Posts

Showing posts with the label #30HariMenulisSuratCinta

Kepada Tuan Di Masa Lalu

Image
Di sudut kota kecil ketika hujan mengguyur Pertemuan yang tak disengaja. Seperti itulah. Meskipun bagi saya tidak ada yang namanya kebetulan. Dan sore itu, sore yang biasa – bahkan teramat biasa – kembali Dia memaksa saya untuk belajar menata hati. Saya berbaik sangka padaNya. Mungkin ketika dulu datang badai menerpanya, saya serampangan saja menata hati saya kembali. Dan sore itu, di sore yang biasa, mau tidak mau saya harus kembali menata hati saya dengan benar. Mengembalikan semua yang berantakan ke tempat asalnya. Kita bertemu lagi. Ya...setelah tiga tahun, kita akhirnya bertemu lagi. Dua orang yang dulunya pernah sangat dekat kemudian tiba-tiba saja harus saling menjauh tanpa alasan, terasa sangat canggung. Saya sangat ingin bertanya bagaimana kabarmu, kemana saja kamu selama ini? Apa yang kamu lakukan? Bagaimana kabar keponakan-keponakanmu? Apa ayah dan ibumu sehat-sehat saja? Tapi rasanya terlalu berlebihan. Kita bukan lagi dua orang yang sama seperti tiga tahun l...

Kepada Hati

Image
Saya tidak tau bagaimana kamu bisa belajar sekuat dan setegar itu Sedang raga sepertinya tak mampu menahannya Hati, luka itu sangat besar kan? Tidak mengapa jika kamu ingin menangis karena rasanya sakit. Sungguh tidak mengapa. Tapi tak setetes pun kamu menangis, tak sedikit pun kamu mengeluh. Hati, mari sini, saya akan membantumu membalut luka itu Maaf, mungkin saya tidak bisa membalut lukamu selembut yang dia lakukan dulu Bukankah dia penyebab luka itu dan kini dia pergi?

Kepada Tuan Selamat Pagi

Image
Hal yang paling saya sukai dari pagi hari adalah mendengar kamu mengucapkan selamat pagi kepada saya. Kemudian kamu akan bertanya bagaimana hari saya kemarin. Dan saya akan menjawab, baik. Hari saya kemarin baik-baik saja. Tapi tanpa kamu, rasanya tidak akan ada hal yang luar biasa yang bisa terjadi. Kamu tertawa dari seberang sana. Meski hanya dari suara tertawamu, saya bisa melihat dagumu yang tertarik ke bawah, atau matamu yang menyipit saat tertawa. Saya bahkan bisa menghidu aroma mint dari pasta gigi yang sering kamu pakai.

Untuk (Calon) Mama (Kelak)

Image
Assalamu’alaikum... Semoga mama selalu sehat dan diberkahi Allah setiap saat Mama, tidak apa kan saya memanggil mama? Mungkin ada sedikit rasa keberatan menerima saya menjadi bagian dari hidup seorang laki-laki, anak kesayangan mama. Tentu saja berat bagi mama melepas anak mama yang paling dekat dan paling manja itu. Bagaimana tidak? Saya sering mendengar tentang mama darinya. Tentang jadwal nonton kalian bersama di bioskop, tentang jadwal makan malam bersama setiap akhir pekan, bahkan tentang hobinya yang selalu meminta mama untuk memijatnya. Kalian berdua begitu dekat dan saya tidak pernah ingin membuat kalian berdua jauh. Jika selama ini mama merasa dia terlalu banyak menghabiskan waktu dengan saya, saya meminta maaf. Saya sama sekali tidak punya hak apapun atasnya. Mamalah yang memiliki hak yang besar padanya. Mamalah yang melahirkan dan membesarkan dia, hingga dia menjadi begitu luar biasa dan membuat saya jatuh cinta padanya.

Untuk Kamu Yang Tidak Sedang Saya Jatuhi Cinta

Image
Hey, kamu! Saya tidak sedang jatuh cinta Hanya saja, saya mendefinisikan bahagia saya ketika kamu bertanya bagaimana keadaan saya? Bagaimana liburan saya? Atau bagaimana pekerjaan saya di kantor. Dan lagi, saya mendefinisikan sedih saya ketika kamu tidak bertanya lagi apa-apa tentang saya. Seolah kamu tidak peduli lagi dengan semua yang saya sukai dan semua yang saya lakukan. Saya tidak sedang jatuh cinta Hanya saja, kenapa sulit sekali rasanya mendengar kamu berkisah tentang perempuan-perempuan yang kamu kenal? Dan lagi, saya benci setiap kali kamu berkata telah menemukan seseorang yang spesial. Berkali-kali sampai saya nyaris hafal semua dialog yang akan kamu katakan pada saya. Dia spesial. Dia cantik. Dia baik. Aku jatuh cinta padanya.

Surat Terakhir, Untuk Komet McBright

Image
Walau kini kau t’lah tiada tak kembali Namun kotamu hadirkan senyummu abadi Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi Bila hati mulai sepi tanpa terobati Yogyakarta – Err...sebenarnya dia bukan kotamu maupun kotaku. Tapi anggap saja lagu Yogyakarta itu mengasosiasikan kota kita. Paling tidak, hanya kota kita yang selalu mengijinkan kita untuk selalu pulang lagi. Pulang ke kota kita... Surat terakhir untuk orang yang menanti saya untuk pulang di ujung masa sana.

Letter To Myself

Image
Dear kamu yang sedang berada di dalam cermin. Apa yang kamu inginkan? Saya tau kamu orang yang punya sejuta mimpi. Kamu sudah sering membayangkan sejak kecil menjadi ini dan itu. Ingin ini dan itu. Mau kesana dan kesitu. Banyak sekali. Tapi kenapa saat ini kamu hanya diam?

Sikap Dingin dan Angkuh Itu

Image
Dear calon adik ipar :p Inuyasha, seharusnya saya langsung saja menulis surat untuk kakakmu, si wajah dingin-super cuek-menyeramkan-kejam-tanpa belas kasihan-tak berperasaan, Sesshomaru. Tapi saya rasa tak ada gunanya. Dia pasti tidak akan pernah mau membacanya dan langsung merobek surat ini menjadi serpihan kecil dengan pedang Tenseiga miliknya. Jadi saya menulis surat ini untukmu, siapa tau nanti dirimu atau Kagome punya kesempatan untuk memberitahukan isinya pada laki-laki dengan segala hal yang menyeramkan itu.

Untuk Pengawal-Pengawal Keren Saya

Saya pasti perempuan paling beruntung di dunia. Bagaimana tidak? Saya punya kalian, empat orang laki-laki yang kini saya jadikan pengawal-pengawal saya. Sukarela, tanpa digaji :D Kalian itu pengawal-pengawal keren saya meski kalian lebih banyak membuat saya sebal dan kesal.

(Proyek #30HariMenulisSuratCinta) Ketika Dunia Maya Jauh Lebih Nyata

Image
Itu ketika saya mengenal kalian berdua. Membuat segala struktur maya itu menjadi nyata. Mengubah kalimat ‘bukan siapa-siapa’ menjadi ‘saudara’. Pertama-tama mungkin saya harus berterima kasih kepada orang itu. Ah, tidak perlu saya sebutkan di sini siapa. Pokoknya saya berterima kasih saja karena telah mengenalkan kalian berdua kepada saya meski tanpa disengaja. Siapa sangka di antara sederetan nama-nama yang begitu banyak di daftar kontak email yang dikirimkannya, Sari malah memilih kontak email saya? Dan dia juga tiba-tiba ‘menyuruh’ saya berteman dengan Yani – padahal sedang tidak berangin dan tidak hujan :D Jadi, bagaimana kabar kalian berdua di sana?

(Proyek #30HariMenulisSuratCinta) Untuk Kota Mungil Saya Nun Di Ujung Timur

Image
Saya pernah bilang, berkali-kali malah, kalau kamu selalu membuat saya jatuh cinta. Berkali-kali, berulang kali. Cinta yang berbeda setiap harinya. Kamu selalu punya banyak wajah baru yang membuat saya selalu betah untuk tinggal, berlama-lama menyesap udara senja di tepi dermaga atau melamun memandangi matahari terbit di sebuah teluk. Apalagi yang bisa lebih indah dari dua waktu istimewa itu bila disandingkan dengan kecantikanmu? Saya begitu mengenalmu, sebaik saya mengenal setiap lekuk pikiran saya. Bahkan jika saya menutup mata dan berjalan menyusurimu, saya yakin saya tidak akan tersesat sedikit pun. Kamu telah menjadi bagian hidup saya di awal dan semoga hingga akhir.

(Proyek #30HariMenulisSuratCinta) Untuk Tuan Pemilik Segala Hal Yang Saya Kagumi

Berbulan-bulan yang lalu, banyak sekali bilangan bulan, saya sering menulis banyak hal untuk dirimu. Banyak sekali. Kemudian tulisan-tulisan tentangmu berhenti mengalir dari jemari saya. Karena saya sadar, saya tidak akan pernah membiarkanmu membaca tulisan-tulisan itu. Biarlah ini jadi tulisan terakhir yang saya buat untukmu. Sebagai penutup, penanda bahwa semuanya memang telah berakhir.