Posts

Showing posts with the label Sedang Tidak Beres

Ini Hanya Masalah Selera Kok

Image
Tiap orang punya selera masing-masing (hal yang telah saya ulang-ulang di setiap tulisan dalam blog saya), termasuk selera dalam memilih pasangan. Standarnya sih sudah ada, dari hadits Nabi yang memerintahkan kita untuk mencari pasangan karena agama dan akhlaknya. Tapi aplikasinya kan bisa saja beda-beda. Termasuk…ya…masalah menentukan kriteria pasangan itu. Saya termasuk orang yang tidak terlalu kaku dalam menentukan kriteria. Maksudnya tidak harus pintar lah, tidak harus keren lah, pokoknya tidak ada standar tertentu. Mau dia pendiam, serius, pelawak, pemarah, jutek, terserah dah. Yang penting dia itu memang jodoh saya. Selera saya termasuk relatif dan bisa saja bertolak belakang dengan orang lain. Meskipun begitu, ada nih sedikit tipe-tipe saya. Standar lah...Tapi sekali lagi, ini tidak mutlak.

Tentang Cinta Yang Diam & Menunggu

Image
Sesungguhnya sekeras apapun kita berusaha untuk menjaga hati kita, kadang kita tak menyangka ada celah yang terbuka dan membiarkan rasa itu menyelinap ke dalam sana. Atau rasa itu sendiri yang berusaha kerasa menggerus hati kita semili demi semili sampai akhirnya dia berhasil membuat jalan untuk masuk ke dalam sana. Kita semua berada di luar kuasa untuk mencegahnya. Tak ada cinta sebelum pernikahan, meskipun saya sendiri tak tahu bagaimana kita bisa memutuskan untuk menikah jika cinta itu tidak ada di sana. Ah, baiklah. Mungkin cinta itu memang belum ada, tapi keinginan untuk mencinta itu telah ada, paling tidak dia telah menyapa saat nadzar terjadi atau saat ta’aruf dijalani. Keinginan untuk bersama dengannya telah ada, meski kita masih belum tahu, apa bisa kita mencintainya?

Situs jejaring sosial (baca : Facebook)

Tidak. Saya tidak akan membahas facebook dari pandangan ulama, artis, mahasiswa atau dari para wanita karier. Saya akan membahasnya melalui sudut pandang saya dengan gaya bahasa saya sendiri. Pertama mengenal facebook, saya diundang -istilah kerennya diinvite- oleh salah seorang teman kuliah saya. Karena saat itu saya sedang mengalami yang namanya syndrominternetansampepuaspadapemakaianawal saya pun mendaftar di situs jejaring sosial itu. Meskipun pada saat itu saya masih asyik ber-friendster ria. Pada pengisian data, saya merasa si FB terlalu banyak bertanya dan terlalu banyak ingin tahu mengenai saya (dikarenakan FB juga menanyakan pandangan politik saya, alamat rumah sampai nomor telepon). Tapi saya mengisi data saya seadanya saja. Masih sama sekali belum tertarik ber-FB ria. Sampai beberapa bulan kemudian saya masih asyik menulis di bulletin boardnya Friendster, tiba-tiba FB menjadi sangat "merakyat". Saya yang juga memiliki jiwa ke-merakyat-an akhirnya mau tidak mau i...