Third Step : Kota Pahlawan, Kota Kembang, Ibu Kota
Akhirnyaaa…. Setelah berjuang selama 18 hari di diklat Pengelolaan Gadai Syariah di Surabaya dan deg-degan menunggu ijin cuti yang belum keluar, saya dapat bernafas lega. Rencana perjalanan Suarayaba – Bandung – Jakarta terlaksana juga. Dan untuk pertama kalinya saya akan naik kereta api! Yay! *ndeso Selesai penutupan diklat, saya dan dua orang teman berangkat ke stasiun Gubeng dengan taksi. Kalau dilihat sih suasana stasiun KA itu standar saja. Banyak porter lalu lalang, petugas keamanan, calon penumpang…tapi setidaknya tidak ada desak-desakan seperti yang sering saya lihat di berita di TV-TV. Mungkin karena arus balik hari raya idul adha telah selesai. Dengan menyeret koper besar dan bawaan seabrek, plus dua buah dus yang dibantu dibawakan sama Mas Arif (terima kasih Mas Arif, udah mau jadi porter untuk saya dan Ibu Ida :p) kami bertiga menunggu kereta di ruang tunggu sambil melihat pengamen elit di dalam stasiun. Kenapa saya bilang pengamen elit? Karena para pengamen itu mengg...