Papa
Mungkin, selama saya mulai suka menulis, ini pertama kalinya saya menulis tentang orang tua saya. Entah karena saya merasa saya bukan orang yang pandai menulis rayuan gombal untuk mereka. Bagi saya, tulisan seindah apapun, seromantis apapun, sama sekali tidak bisa melukiskan perasaan saya tentang mereka. Dan inilah pertama kalinya saya mencoba menulis tentang seorang pria yang sampai kapanpun akan selalu ada di urutan pertama doa saya. Bismillah... Saya memandangi arloji putih yang melingkar di pergelangan tangan kiri. Sudah jam lima sore. Pergi tidak ya? Saya mengetuk-ngetuk layar handphone dengan jari, baru beberapa detik yang lalu papa menelepon, bertanya apa saya jadi datang berkunjung ke tempatnya atau tidak. Ya, kemarin entah kenapa tiba-tiba saya menelepon papa, bertanya kabarnya dan dengan spontan saya bilang kalau saya ingin berkunjung ke tempatnya. Tapi sekarang saya malah ragu untuk datang. Saya khawatir kami akan lebih banyak diam. Saya khawatir kami tidak...