Posts

Showing posts with the label Daily me

Mamak-mamak Insekyur

Image
Zaman kelam saat masih sendiri, saya sama sekali tidak punya bakat posesif apalagi insecure . Kecemasan dan kekhawatiran saya sama adik-adik saya paling hanya sebatas SMS atau telpon yang isinya tinggal copy-paste dari sebelumnya 'pulang dulu e saya mo pake motor'.

MengASIhi

Image
Source Breastfeeding is bestfeeding. ~Author Unknown Ketika seorang ibu tidak bosan-bosan mengulang hal yang sama tentang anaknya, dia sedang rindu. Ayyub memang belum menyapih, tapi dua tahun berharga yang baru saja kami lewati terlalu membekas untuk dilepas. Keinginan menceritakannya kembali dalam sebuah tulisan terus menerus mengganggu saya. Dan sambil menunggu masker putih telur ini kering, saya ingin mematri kembali sedikit hal yang bisa saya ingat dengan menyulamnya menjadi sebuah hiasan kenangan yang bisa ditengok kembali kapan-kapan jika rindu itu datang.

Opu Dan George Clooney

Image
Ngopi dulu pak'e buk'e Untuk urusan curhat, semenjak jadi mamak-mamak itu ternyata susah yak. Selain agak-agak tidak pantas mamak-mamak ngember di media sosial, mau menulis di blog juga jadi agak susah, susah waktunya, susah mikirnya. Akuh berasa mulai lemot, God.

My-Sok-Honest-Review : Laneige BB Cushion Pore Control

Image
Disclaimer : Ini review pertama saya soal kosmetik, jangan dipercaya karena saya bukan beauty blogger (kali aja ada yang nanya) dan saya cuma pingin review siapa tau nanti ada yang penasaran saya pakai cushion apa. Siapa tau sih, kalo sekarang mah belum ada yang pernah nanya dan penasaran sama skin care saya. Wkwk Belakangan ini, sebagai mamak-mamak di usia akhir dua puluhan, saya jadi lebih sering nyasar ke blog-blog para beauty blogger, dan sejak saat itu saya merasa seperti perempuan yang lahir pada zaman kerajaan Kutai. Akuh serasa hidup beratus-ratus tahun ke belakang karena tidak tau apa bedanya BB, CC, dan DD cream, tidak tau apa faedah dari lip balm, lip cream sampai lip tint, dan takjub liat mereka jago banget gambar alis pakek penggaris. Iyes, penggaris! Mendadak matematika terasa jadi seperti pelajaran tata rias. Hingga suatu malam ketika insomnia menyerang, saya mendapat petunjuk dari dunia maya soal cushion, benda yang berasal dari mahkluk astral. Cushion? Apa it...

Suku

Image
Papa saya Banggai-Tionghoa sementara mama saya Jawa-Bugis. Hal ini yang terkadang membuat saya bingung ketika ada yang bertanya apa suku saya. Jika saya menjawab saya orang Banggai, saya sama sekali tidak bisa berbahasa daerah Banggai, bahkan saya ke Banggai pun sangat jarang. Jika saya bilang saya orang Tionghoa, lebih-lebih tidak cocok lagi. Hubungan saya dengan negeri tirai bambu itu hanya sebatas pernah memakai HP Xiaomi, dan, err beberapa produk keluaran negeri itu seperti VCD yang merk-nya Sonya. You know, God created the world, the rest was Made in China. Bahasa Mandarin? Jangan tanya lagi. Saya tidak bisa sama sekali. Paling-paling hanya kedua mata sipit ini yang menjadi penanda kalau saya diserempet sedikit darah Tionghoa. Sayangnya mata sipit saya jadi bahan bully jaman SD. Sering dipanggil cipit. Hiks. Akoh sedyiih :(

(Maunya Jadi) Ibu-Ibu Idealis

Elo...elo. Akhirnya jadi pingin nulis lagi, kali ini pengalaman saya menjadi ibu-ibu yang (maunya) idealis. Jadi ibu-ibu yang mematuhi norma-norma mengurus bayi dengan benar sesuai buku pedoman Kesehatan Ibu Anak serta mendengarkan dengan saksama nasihat para konselor laktasi dan mengaplikasikannya dengan sepenuh hati pada Ayyub. Pada akhirnya semua artikel, nasihat, pendapat, dan pedoman menjadi ibu-ibu yang sesuai GBHN akan buyar ketika dihadapkan pada kenyataan yang berbeda jauh dengan ekspektasi. Awal lahiran, biasalah, namanya juga ibu-ibu newbie, semuanya ingin sempurna. Dari hamil semua sudah disiapkan dan diputuskan bagaimana nanti setelah melahirkan. Bersikeras tidak mau pakai diaper sekali pakai, dan mati-matian tidak mau kasih ASIP ke anak pakai dot. Tapi sayang, kenyataan tidak seindah tayangan tutorial memberi ASIP pada bayi di YouTube. Jadi setelah melahirkan saya minta Ayyub di IMD yang akhirnya tidak dilakukan karena urusan jahit menjahit ternyata memakan ...

How I Met My Baby

Image
Akhirnya punya kesempatan juga menuliskan peristiwa paling fenomenal dalam hidup saya :D Nama saya Ayyub kakaak. Bukan Yusuf atau Ya'kub ^^ Setiap perempuan yang mengandung, terutama yang kandungannya memasuki trimester ke-3 pasti punya perasaan seperti ini : antara tidak sabaran dan takut.  Jujur, kadar takut saya sedikit lebih banyak dibanding kadar tidak sabaran melihat bayi saya. Bagaimana tidak takut kalau saya sudah baca dan lihat gambar yang tulisannya gini : tubuh manusia hanya dapat menahan rasa sakit hingga 45 del (unit), tapi pada saat melahirkan rasa sakit yang dirasakan oleh seorang ibu mencapai 57 del (unit) rasa sakit. Rasa sakit sebesar itu hampir setara dengan rasa nyeri yang ditimbulkan akibat patah tulang pada 20 titik dalam waktu bersamaan. Nah, gimana coba itu rasa cenat cenutnya kalau 20 tulang patah bersamaan? Makanya menjelang HPL saya makin giat baca-baca artikel soal proses melahirkan, mulai dari pengalaman pertama melahirkan para ibu-...

Pejuang ASI

Image
Bawaan ibuk-ibuk masa kini :D Pejuang ASI? Ya! Karena ternyata memberikan ASI eksklusif (tanpa teror sufor) itu butuh banyaaaakkkk perjuangan dan pengorbanan. Rasanya kalau tidak ingat pengeluaran bulanan untuk beli sufor sementara ASI gratisan manfaat ASI buat Ayyub, saya sudah ingin menyerah sejak saya harus begadang menyusui Ayyub dan saat hari-hari awal saya mulai kembali bekerja setelah cuti panjang.

Hamil!

Diawali dengan kisah membeli test pack bagian pertama : Saya : kalau penjaga apotiknya cowok, kakak yang masuk beli test pack, saya tunggu di luar. Kalo penjaga apotiknya cewek, biar saya yang masuk *sambil mikir dimana apotik yang penjaganya cowok* Suami : tidak mau ah, nanti masuk ke apotiknya sama-sama saja. Saya : kakak, muka saya ini masih imut, tidak keliatan kalo sudah nikah. Muka saya ini muka anak-anak, ntar penjaga apotiknya pikir kita belum nikah. Akhirnya minta tolong teman belikan test pack. Setelah perdebatan yang tidak jelas. Hasilnya negatif lagi. Hih! Beberapa bulan kemudian, memutuskan beli test pack sama-sama. Tidak enak juga kalo harus nitip sama teman lagi. Saya : mbak, ada test pack? *ngomongnya sok santai tapi pelan* Mbak penjaga apotik : ada. Mau yang biasa apa yang mahal? Saya : yang biasa berapa? Yang mahal berapa? Mbak penjaga apotik : yang biasa 2.500, yang mahal 25.000 Saya : yang 2.500 aja deh mbak. Mau mahal atau murah kalo hamil ya pasti dua ga...

Semoga

Image
Sepertinya sudah lama sekali tidak mampir ke sini dan meninggalkan jejak. Ya. Dia terlalu banyak menarik perhatian saya hingga saya seperti tidak pernah punya cukup waktu untuk terus bersamanya. Dan err...sedikit mengabaikan blog ini. Maaf... *elus keyboard*

Catatan Akhir Seperempat Abad

Image
Rasanya baru kemarin label seperempat abad gaduh mengetuk di depan pintu. Sekarang dia sudah pergi, membawa hal-hal yang harus saya lepaskan, menitipkan hal-hal yang harus saya rawat dan memberikan sebuah hadiah termanis yang pernah saya terima : ketukan di depan pintu yang lain dari Tuan yang selalu datang tepat waktu.

Saya, Kamu, Kita

Image
Bagi sebagian orang waktu seakan terbang, Yang lainnya menganggap dia sedang berlari. Bagi saya, waktu menjadi sangat relatif. Kadang dia berjalan, kadang juga dia berlari.

Dua Puluh Delapan September

Image
Saya pikir saya tidak perlu lagi menjawab pertanyaan yang sama dari orang-orang yang berbeda. Saya salah ternyata. "So, what did you see from him?" Hmmm....so what kind of answers do you like to hear? Mungkin karena saya melihatnya dari sudut pandang yang sedikit berbeda. Saya tidak sempat melihat 'ketampanan', 'pekerjaan', 'kecerdasan', yang saya lihat adalah 'penghormatan', 'penghargaan', dan 'penerimaan'. Beuh...jawabannya... :))) Tapi itu jawaban paling jujur yang bisa saya berikan. "Kenapa terlalu cepat?" Tidak ada yang terlalu cepat, hanya saja masa perkenalannya yang diselenggarakan secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jakarta, tujuh belas Agustus sembilan belas empat lima, atas nama bangsa Indonesia, Soekarno-Hatta. #eaaa Yah tidak mungkin lah saya harus jelaskan lagi di sini apa dan bagaimana konsep ta'aruf itu. Tentu saja singkat mengingat kami ba...

Lima Belas September

Image
Dulu saya selalu berpikir Setiap kali menemani teman saya memilih gaun Memilih undangan Sibuk menuliskan daftar nama tamu Memikirkan menu Kapan saya akan mengalami kesibukan seperti dia? Kapan saya akan memilih kartu undangan saya sendiri? Memerhatikan setiap detil dari gaun dan dekorasi? Mengingat-ingat semua teman dan sahabat yang saya ingin mereka hadir? Memasukkan makanan kesukaan saya di daftar menu?

Pulang

Image
Saya tau, suatu saat saya akan pulang Menetap dalam sebuah rumah yang akan saya sebut keluarga Saya tau, suatu saat saya harus pulang Berlindung di balik atap, bersembunyi di balik pintu Pada sebuah rumah yang akan menyebut saya keluarga Pulang Tidakkah saya sudah terlalu lama dan terlalu jauh bepergian? Saya baru menyadarinya, rumah saya berada di tempat dimana saya memulai semuanya Pulang, Saya nyaris melupakan kata itu Terlalu berlama-lama di tempat dimana saya tidak seharusnya berada

Kalau Saja Kita Bertemu Hari Ini #12

Image
Kalau saja kita bertemu hari ini, Mendadak, Paris menjadi tidak penting lagi Mendadak Shakespeare and co. cukup saya kagumi dari jauh saja Mendadak Eiffel tidak terlihat megah lagi Dan mendadak Eropa tidak menarik lagi Kalau saja kita bertemu hari ini, Kita bisa tetap traveling kok Dekat-dekat sini saja Masih banyak yang belum kita datangi kan? Toh kamu nantinya akan jadi dunia saya Dan kehadiranmu sudah lebih dari cukup untuk mengganti mimpi-mimpi saya tentang Eropa Kalau saja kita bertemu hari ini, Siapa peduli dengan my-100-list? Siapa peduli dengan melihat aurora borealis atau bepergian keliling dunia dengan sebuah volkswagen tua? Duduk di sisimu hingga menua, semua itu lebih dari cukup menggantikan petualangan-petualangan yang saya impikan Kalau saja kita bertemu hari ini, Saya akan lupa pernah begitu ingin melihat sunset di Kuta Saya akan lupa pernah begitu ingin kembali makan malam di Jimbaran Saya akan lupa pernah begitu ingin menikmati Jogja le...

Kalau Saja Kita Bertemu Hari Ini #11

Image
Kalau saja kita bertemu hari ini, Pakaian apa yang akan kamu kenakan? Saya sudah memilih punya saya. Sehelai gamis berwarna hitam dan jilbab berwarna coklat susu. Terlihat serasi bukan?

Kalau Saja Kita Bertemu Hari Ini #10

Image
Kalau saja kita bertemu hari ini Berhenti membuat saya tertawa dengan kepolosanmu itu Berhenti membuat saya tersenyum dengan sikapmu yang kaku itu Berhenti, karena saya takut tawa itu tidak akan hadir lagi nanti

Kalau Saja Kita Bertemu Hari Ini #9

Image
Kalau saja kita bertemu hari ini, Mungkin saja kamu tidak semenarik senja dengan segala saganya Mungkin, tapi siapa peduli?

Kalau Saja Kita Bertemu Hari Ini #8

Image
Kalau saja kita bertemu hari ini, Melihatmu seorang di antara kerumunan orang Menemukanmu seorang di antara penghuni bumi Saya akan mencintaimu Sempurna menginginkanmu