Posts

Tentang Cinta Yang Diam & Menunggu

Image
Sesungguhnya sekeras apapun kita berusaha untuk menjaga hati kita, kadang kita tak menyangka ada celah yang terbuka dan membiarkan rasa itu menyelinap ke dalam sana. Atau rasa itu sendiri yang berusaha kerasa menggerus hati kita semili demi semili sampai akhirnya dia berhasil membuat jalan untuk masuk ke dalam sana. Kita semua berada di luar kuasa untuk mencegahnya. Tak ada cinta sebelum pernikahan, meskipun saya sendiri tak tahu bagaimana kita bisa memutuskan untuk menikah jika cinta itu tidak ada di sana. Ah, baiklah. Mungkin cinta itu memang belum ada, tapi keinginan untuk mencinta itu telah ada, paling tidak dia telah menyapa saat nadzar terjadi atau saat ta’aruf dijalani. Keinginan untuk bersama dengannya telah ada, meski kita masih belum tahu, apa bisa kita mencintainya?

I Don't Wanna Miss A Thing

Image
Someday when we meet (I'm sure we will), I don't wanna miss even a little thing of you I'll like your smile, I'll like your laugh I'll like your voice when you say my name I'll like everything about you My McBright's comet --------------------------------------------------------------------------------------------------------

Teach Your Children Well

Image
Saya sebenarnya agak ngeri kalo liat ibu-ibu yang memarahi anaknya di depan orang banyak atau di tempat umum, sampai dibentak-bentak dan dipukuli. Bahkan ada yang anaknya nangis karena dipukuli malah terus dipukuli supaya dia mau diam. Gimana ceritanya? Anaknya nangis karena dipukuli masa mau diam dengan dipukuli? Ada-ada aja -______-“ Actually, saya bukan ahli pendidikan anak maupun psikolog anak. Tapi ya kalau bisa janganlah memarahi anak-anak kita di depan umum. Secara tidak langsung kita sudah menjatuhkan mental anak kita dan membuatnya menjadi orang yang penakut di depan umum. Yah, maksud saya, dia akan menjadi orang dengan kadar percaya diri yang rendah karena dia sudah sering direndahkan oleh orang tuanya sendiri di depan banyak orang. Memarahi seseorang itu haruslah secara sembunyi-sembunyi. Jika dilakukan di depan orang banyak, itu penghinaan namanya.

Seberapa sensitif kah kita?

Image
Kalau kata Oom Mario, orang yang sensitif itu bagus karena dia juga akan sensitif dengan keadaan sekitarnya. Saya termasuk orang yang punya daya sensitivitas yang lumayan tinggi. Sensitif kalau ada orang salah ngomong sama saya, sensitif kalau saya salah ngomong sama orang dan sederet sensitivitas lainnya yang sama sekali tidak ada bagus-bagusnya. Jadi, seberapa sensitifnya kita? Coba kita tanyakan pada diri kita sendiri. Cobalah menengok apa yang sedang terjadi dengan hati kita. Masih jernihkah atau telah menghitam karena dipenuhi titik-titik dosa? Apakah kita masih sensitif melihat anak-anak kecil kurus berjalan di tepi jalan memanggul karung dan mengais-ngais sampah?

Love At The First Sight

Image
I absolutely disagree with this statement. There isn’t love at first sight because love needs process. You can’t say that you’re in love already without knowing who is he, what’s his job or is he still single? Dulu… jaman sinetron Tersanjung 1 (Tersanjung pertama loh ya. Bukan Tersanjung 6) saya masih percaya dengan ungkapan itu dan masih sering menjadikannya tema sentral cerpen-cerpen abal-abal saya. Tapi seiring berputarnya roda waktu (ce elah bahasanya) dengan kata lain semakin bertambahnya usia saya di muka bumi ini, ungkapan ‘cinta pada pandangan pertama’ itu malah terdengar…err… tidak masuk akal.

Labilnya Saya

Image
Ternyata saya pernah menjadi remaja labil. Puncak-puncaknya itu pas jaman SMP, jaman Westlife - Jerry Yan - Tom Felton - Orlando Bloom. Percayalah, saat itu usia saya masih 12-13-14 tahun dan kita semua tahu itu adalah tahun-tahun terberat bagi seorang abege putri seperti saya ini. Meskipun sebenarnya saya tidak habis pikir kenapa saya rela fotokopi majalah edisi Westlife gara-gara kehabisan majalahnya -________-"   Baiklah, let's start with my first year at junior high school Saat itu masih tahun 2000-an. Lagi kenceng-kencengnya grup band Sheila on 7 dan tentu saja....jeng...jeng... yap! Westlife. Bryan, Mark, Nicky, Shane dan Kian. Ke 5 orang itu berhasil membuat saya jadi abege labil gegara lagu-lagunya yang rata-rata lagu lawas yang dinyanyiin ulang sama mereka (cover version kalo tidak salah istilahnya. Wes, gak ngurus :p). Di antara mereka ber-5 saya paling suka Bryan hanya gara-gara dia punya potongan rambut mirip Leonardo Dicaprio yang belah tengah itu. Oh my...

Maryam

Image
Usianya 5 tahun ketika pertama kali aku mengenalnya. Aku menjadi sahabat abangnya saat aku duduk di bangku kelas 5 SD – saat itu usiaku sepuluh tahun – dan aku sering datang bermain ke rumahnya. Abangnya amat menyayangi adik satu-satunya ini sehingga dia selalu dibawa-bawa kemanapun kami bermain. Main sepak bola di lapangan ujung kampung – dia dibonceng naik sepeda oleh abangnya, main layangan, main kelereng, main PS, main di sungai, menyusun puzzle di rumahku, pokoknya kemanapun kami pergi dia selalu ikut, duduk manis di boncengan sepeda abangnya. Beranjak kuliah, aku masih tetap bersahabat dengan abangnya, masih sering datang ke rumahnya tapi tak berani lagi menggodanya seperti dulu-dulu. Tak berani lagi menggelitiki pinggangnya seperti saat dia masih suka ngompol di sofa ketika menemani kami belajar. Aku bahkan kini tak berani lagi memandangi raut wajahnya terang-terangan. Dia selalu menunduk setiap kali lewat di depan kami, seolah-olah khawatir tali sepatunya akan lepas set...