Posts

(Maunya Jadi) Ibu-Ibu Idealis

Elo...elo. Akhirnya jadi pingin nulis lagi, kali ini pengalaman saya menjadi ibu-ibu yang (maunya) idealis. Jadi ibu-ibu yang mematuhi norma-norma mengurus bayi dengan benar sesuai buku pedoman Kesehatan Ibu Anak serta mendengarkan dengan saksama nasihat para konselor laktasi dan mengaplikasikannya dengan sepenuh hati pada Ayyub. Pada akhirnya semua artikel, nasihat, pendapat, dan pedoman menjadi ibu-ibu yang sesuai GBHN akan buyar ketika dihadapkan pada kenyataan yang berbeda jauh dengan ekspektasi. Awal lahiran, biasalah, namanya juga ibu-ibu newbie, semuanya ingin sempurna. Dari hamil semua sudah disiapkan dan diputuskan bagaimana nanti setelah melahirkan. Bersikeras tidak mau pakai diaper sekali pakai, dan mati-matian tidak mau kasih ASIP ke anak pakai dot. Tapi sayang, kenyataan tidak seindah tayangan tutorial memberi ASIP pada bayi di YouTube. Jadi setelah melahirkan saya minta Ayyub di IMD yang akhirnya tidak dilakukan karena urusan jahit menjahit ternyata memakan ...

How I Met My Baby

Image
Akhirnya punya kesempatan juga menuliskan peristiwa paling fenomenal dalam hidup saya :D Nama saya Ayyub kakaak. Bukan Yusuf atau Ya'kub ^^ Setiap perempuan yang mengandung, terutama yang kandungannya memasuki trimester ke-3 pasti punya perasaan seperti ini : antara tidak sabaran dan takut.  Jujur, kadar takut saya sedikit lebih banyak dibanding kadar tidak sabaran melihat bayi saya. Bagaimana tidak takut kalau saya sudah baca dan lihat gambar yang tulisannya gini : tubuh manusia hanya dapat menahan rasa sakit hingga 45 del (unit), tapi pada saat melahirkan rasa sakit yang dirasakan oleh seorang ibu mencapai 57 del (unit) rasa sakit. Rasa sakit sebesar itu hampir setara dengan rasa nyeri yang ditimbulkan akibat patah tulang pada 20 titik dalam waktu bersamaan. Nah, gimana coba itu rasa cenat cenutnya kalau 20 tulang patah bersamaan? Makanya menjelang HPL saya makin giat baca-baca artikel soal proses melahirkan, mulai dari pengalaman pertama melahirkan para ibu-...

Pejuang ASI

Image
Bawaan ibuk-ibuk masa kini :D Pejuang ASI? Ya! Karena ternyata memberikan ASI eksklusif (tanpa teror sufor) itu butuh banyaaaakkkk perjuangan dan pengorbanan. Rasanya kalau tidak ingat pengeluaran bulanan untuk beli sufor sementara ASI gratisan manfaat ASI buat Ayyub, saya sudah ingin menyerah sejak saya harus begadang menyusui Ayyub dan saat hari-hari awal saya mulai kembali bekerja setelah cuti panjang.

Hamil!

Diawali dengan kisah membeli test pack bagian pertama : Saya : kalau penjaga apotiknya cowok, kakak yang masuk beli test pack, saya tunggu di luar. Kalo penjaga apotiknya cewek, biar saya yang masuk *sambil mikir dimana apotik yang penjaganya cowok* Suami : tidak mau ah, nanti masuk ke apotiknya sama-sama saja. Saya : kakak, muka saya ini masih imut, tidak keliatan kalo sudah nikah. Muka saya ini muka anak-anak, ntar penjaga apotiknya pikir kita belum nikah. Akhirnya minta tolong teman belikan test pack. Setelah perdebatan yang tidak jelas. Hasilnya negatif lagi. Hih! Beberapa bulan kemudian, memutuskan beli test pack sama-sama. Tidak enak juga kalo harus nitip sama teman lagi. Saya : mbak, ada test pack? *ngomongnya sok santai tapi pelan* Mbak penjaga apotik : ada. Mau yang biasa apa yang mahal? Saya : yang biasa berapa? Yang mahal berapa? Mbak penjaga apotik : yang biasa 2.500, yang mahal 25.000 Saya : yang 2.500 aja deh mbak. Mau mahal atau murah kalo hamil ya pasti dua ga...

It's Been A Year!

Jumat, 24 Oktober 2014, ba'da ashar Sebuah hari istimewa untuk seluruh sisa usia saya. Memperoleh kesempatan mulia menjadi seorang istri. Untuk Tuan pemilik genggaman tangan ini, Sudah setahun kita hidup bersama, setahun lebih dua bulan sejak saya pertama bertemu denganmu. Kalau mengingat hari itu, pertemuan pertama kita, rasanya saya ingin tertawa. Siapa sangka pernikahan itu benar-benar terjadi, mengubah kamu - orang yang sama sekali tidak berani memandang saya pada pertemuan hari itu - menjadi suami saya. Padahal semuanya saya lalui tanpa prasangka apa pun, bahkan tanpa ekspektasi apa pun. Allah benar-benar penuh keajaiban ya? Bahwa pernikahan tidak harus melulu di awali dengan cinta a la roman picisan remaja, saya percaya. Asalkan Allah menjadi alasan kita untuk menikah, Dia-lah yang akan menumbuhkan rasa cinta itu dengan perlahan, penuh kehati-hatian, dengan diam-diam. Bahwa pernikahan tidak harus saling mengenal lama, bisa jadi. Berapa lama kita saling kenal? Hanya dala...

Untuk Kamu, Separuh Aku

Menjejak bulan ke lima kebersamaan kita, denyar bahagia itu kian nyata. Tak sabar! Hanya dua kata itu yang mampu mendefinisikan ibumu saat ini. Sebentar lagi, ibu akan memeluk tubuh kecilmu Sebentar lagi, ibu akan mendengar suaramu Sebentar lagi, ibu akan bisa menciumimu setiap saat Benar-benar tidak sabar! Ah, sekarang sudah bertumbuh menjadi empat kata. Saat ini, mungkin hanya bisa membelaimu dari jauh Hanya bisa berdialog dalam hati denganmu Hanya bisa tersenyum sendiri membayangkan tawamu Betapa cinta itu memang ajaib Untuk kamu yang bahkan belum ibu lihat Untuk kamu yang bahkan belum ibu temui Tapi kamu adalah separuh dari diri ibu Untuk saat ini, hingga nanti Sehat sehat terus ya, Nak 9.56 am

Togean : Special Place Ever!

Lama tidak menulis sesuatu meski bukan hal-hal penting. Ada rindu mendengar detak ketukan jemari di atas keyboard. Pun rindu mendengar dengung halus dari dasar laptop. Semenjak laptop rusak, jadi malas ngapa-ngapain, termasuk menyelesaikan serial drama korea It's Ok It's Love yang baru ditonton 4 episode (eh!). Beruntung sekarang lagi jaman smartphone yang bisa dipake blogging-an dimana pun. Bersulang untuk pengembang smartphone dan pembuat aplikasi blogger di Android! Saya sedang jatuh cinta, yang ke dua kalinya, pada satu tempat yang sama : Kepulauan Togean. Sebagai seorang tra-ker; traveler namun kere, untuk sementara pergi-pergi jauh-jauh belum bisa dijadikan agenda dalam waktu dekat. Iya, kalo dulu-dulu sik jadi solo traveler ayuk-ayuk aja. Sekarang prosedur memperoleh surat ijin traveling agak-agak sulit. Sudah ada yang sering mencereweti hobi traveling saya. Maksudnya cerewet tanda perhatian gitu loh. Masa iya sudah nikah terus kalo diajak jalan-jalan ke Thailan...