Posts

Mungkin

Suatu saat, kamu mungkin akan kalah
Memutuskan menyerah
Berhenti berupaya
Enggan bertahanNantiEntah untuk waktu yang kapanMungkin nantiMungkin tidakMungkin tidak memutus apa pun
Mungkin menjadi harusSilahkan kuat-kuatkan diri
Untuk menang
Untuk kalah

My-Sok-Honest-Review : Laneige BB Cushion Pore Control

Image
Disclaimer : Ini review pertama saya soal kosmetik, jangan dipercaya karena saya bukan beauty blogger (kali aja ada yang nanya) dan saya cuma pingin review siapa tau nanti ada yang penasaran saya pakai cushion apa. Siapa tau sih, kalo sekarang mah belum ada yang pernah nanya dan penasaran sama skin care saya. Wkwk
Belakangan ini, sebagai mamak-mamak di usia akhir dua puluhan, saya jadi lebih sering nyasar ke blog-blog para beauty blogger, dan sejak saat itu saya merasa seperti perempuan yang lahir pada zaman kerajaan Kutai. Akuh serasa hidup beratus-ratus tahun ke belakang karena tidak tau apa bedanya BB, CC, dan DD cream, tidak tau apa faedah dari lip balm, lip cream sampai lip tint, dan takjub liat mereka jago banget gambar alis pakek penggaris. Iyes, penggaris! Mendadak matematika terasa jadi seperti pelajaran tata rias.
Hingga suatu malam ketika insomnia menyerang, saya mendapat petunjuk dari dunia maya soal cushion, benda yang berasal dari mahkluk astral. Cushion? Apa itu cushion…

Suku

Image
Papa saya Banggai-Tionghoa sementara mama saya Jawa-Bugis. Hal ini yang terkadang membuat saya bingung ketika ada yang bertanya apa suku saya. Jika saya menjawab saya orang Banggai, saya sama sekali tidak bisa berbahasa daerah Banggai, bahkan saya ke Banggai pun sangat jarang. Jika saya bilang saya orang Tionghoa, lebih-lebih tidak cocok lagi. Hubungan saya dengan negeri tirai bambu itu hanya sebatas pernah memakai HP Xiaomi, dan, err beberapa produk keluaran negeri itu seperti VCD yang merk-nya Sonya. You know, God created the world, the rest was Made in China. Bahasa Mandarin? Jangan tanya lagi. Saya tidak bisa sama sekali. Paling-paling hanya kedua mata sipit ini yang menjadi penanda kalau saya diserempet sedikit darah Tionghoa. Sayangnya mata sipit saya jadi bahan bully jaman SD. Sering dipanggil cipit. Hiks. Akoh sedyiih :(

Bertamu Dia

Image
It's been a long time since I posted something on my blog. Omoo....feels like I've transformed to emak-emak who needs nine day a week and thirty five hour a day.

Sehingga untuk memperingati dua tahun pernikahan yang sudah lewat sebulan (hakhakhak) saya memutuskan sedikit meluangkan waktu untuk melakukan hal yang sangat saya sukai selain menyikat kamar mandi di malam hari, menulis.

Dua tahun, pernikahan kami baru seumur pohon jeruk nipis yang ditanam di depan rumah. Untuk ukuran rata-rata jangka waktu kredit kendaraan bisa dipastikan belum lunas, apalagi kalau mau kredit rumah. Tapi ada loh yang pacaran sampai tujuh tahun dan putus di pertigaan jalan. Nanggung amat yak. Nambah tiga tahun lagi bisa lunasin kredit rumah, dapat rumah minimalis cantik, tipe empat-lima lah, dicat warna broken white, kasih taman kecil di depan. Uwes....uwes....

Cerita Jalan-jalan Ayyub : Lombok

Image
Now it's all make sense...
Sekarang jadi masuk akal kenapa setelah jadi ibu-ibu banyak cewek-cewek yang tidak sempat perawatan (ih, emang situ sering perawatan?) karena jangankan perawatan, mau mandi dan makan saja harus ekstra kilat. Baru makan sesendok, Ayyub sudah teriak, bukan menangis, tapi berteriak, literally. Jadi sekarang, kecuali makan di kantor, saya lebih banyak menelan makanan alih-alih mengunyah makanan. Konstipasi, yes.
No... no...bukan karena riweuhnya jadi ibu makanya saya jadi ingin liburan, tapi saya benar-benar jenuh terkurung dalam kantor, dan kau-tau-apa, kadang jadi pekerja kantoran plus jadi ibu bisa bikin cewek-cewek rawan stres. Di rumah yang dipikirkan kantor, di kantor yang dipikirkan rumah. Err...lebih banyak mikir anak di rumah sih. Rasanya jadi ibu yang durhaka ninggalin anak main sendiri di rumah. Huks. Jadi ketika akhirnya saya bisa liburan, rasanya senang sekali ya Allah....mau sujud syukur pas tiket sudah masuk ke email saya. I'm officially a …

(Maunya Jadi) Ibu-Ibu Idealis

Elo...elo. Akhirnya jadi pingin nulis lagi, kali ini pengalaman saya menjadi ibu-ibu yang (maunya) idealis. Jadi ibu-ibu yang mematuhi norma-norma mengurus bayi dengan benar sesuai buku pedoman Kesehatan Ibu Anak serta mendengarkan dengan saksama nasihat para konselor laktasi dan mengaplikasikannya dengan sepenuh hati pada Ayyub.
Pada akhirnya semua artikel, nasihat, pendapat, dan pedoman menjadi ibu-ibu yang sesuai GBHN akan buyar ketika dihadapkan pada kenyataan yang berbeda jauh dengan ekspektasi.
Awal lahiran, biasalah, namanya juga ibu-ibu newbie, semuanya ingin sempurna. Dari hamil semua sudah disiapkan dan diputuskan bagaimana nanti setelah melahirkan. Bersikeras tidak mau pakai diaper sekali pakai, dan mati-matian tidak mau kasih ASIP ke anak pakai dot. Tapi sayang, kenyataan tidak seindah tayangan tutorial memberi ASIP pada bayi di YouTube.

Jadi setelah melahirkan saya minta Ayyub di IMD yang akhirnya tidak dilakukan karena urusan jahit menjahit ternyata memakan waktu yang l…

How I Met My Baby

Image
Akhirnya punya kesempatan juga menuliskan peristiwa paling fenomenal dalam hidup saya :D

Setiap perempuan yang mengandung, terutama yang kandungannya memasuki trimester ke-3 pasti punya perasaan seperti ini : antara tidak sabaran dan takut. 

Jujur, kadar takut saya sedikit lebih banyak dibanding kadar tidak sabaran melihat bayi saya. Bagaimana tidak takut kalau saya sudah baca dan lihat gambar yang tulisannya gini : tubuh manusia hanya dapat menahan rasa sakit hingga 45 del (unit), tapi pada saat melahirkan rasa sakit yang dirasakan oleh seorang ibu mencapai 57 del (unit) rasa sakit. Rasa sakit sebesar itu hampir setara dengan rasa nyeri yang ditimbulkan akibat patah tulang pada 20 titik dalam waktu bersamaan.

Nah, gimana coba itu rasa cenat cenutnya kalau 20 tulang patah bersamaan? Makanya menjelang HPL saya makin giat baca-baca artikel soal proses melahirkan, mulai dari pengalaman pertama melahirkan para ibu-ibu di blog mereka, grup facebook gentle birth, tips dan trik melahirkan untuk…