Posts

Showing posts from February, 2014

Kepada Tuan Di Masa Lalu

Image
Di sudut kota kecil ketika hujan mengguyur
Pertemuan yang tak disengaja. Seperti itulah. Meskipun bagi saya tidak ada yang namanya kebetulan. Dan sore itu, sore yang biasa – bahkan teramat biasa – kembali Dia memaksa saya untuk belajar menata hati. Saya berbaik sangka padaNya. Mungkin ketika dulu datang badai menerpanya, saya serampangan saja menata hati saya kembali. Dan sore itu, di sore yang biasa, mau tidak mau saya harus kembali menata hati saya dengan benar. Mengembalikan semua yang berantakan ke tempat asalnya.
Kita bertemu lagi. Ya...setelah tiga tahun, kita akhirnya bertemu lagi. Dua orang yang dulunya pernah sangat dekat kemudian tiba-tiba saja harus saling menjauh tanpa alasan, terasa sangat canggung.
Saya sangat ingin bertanya bagaimana kabarmu, kemana saja kamu selama ini? Apa yang kamu lakukan? Bagaimana kabar keponakan-keponakanmu? Apa ayah dan ibumu sehat-sehat saja? Tapi rasanya terlalu berlebihan. Kita bukan lagi dua orang yang sama seperti tiga tahun lalu. Dulu ki…

Wanderlust : Episode Nikahan Teman di Bualemo

Image
Sebenarnya jika memungkinkan, saya ingin mengunjungi satu desa setiap akhir pekan. Sayangnya justru jadwal saya padat setiap hari ahad. Jadi kemarin bisa dibilang saya melarikan diri dari jadwal akhir pekan saya demi memenuhi keinginan jalan-jalan (baca : kaki gatal) saya. Alasan lain karena sudah lama saya tidak kemana-mana selain menjalani pola berulang : rumah – kantor cabang – kantor unit – rumah – kamar.
Nama desa tempat kondangan berlangsung : Bualemo
Yep, Bualemo. Waktu masih keciiiil sekali saya pernah kesini, di ajak sama asisten rumah tangga yang berasal dari sana. Disanalah pertama kalinya saya mencicipi biji bunga teratai yang sampai sekarang tidak pernah saya temui lagi.
Jarak Luwuk – Bualemo via darat sekitar 3-4 jam tergantung kondisi. Iya, tergantung kondisi. Misalnya kondisi lapar mau tidak mau harus singgah makan dulu di jalan. Atau kondisi malas-malasan jadi mobilnya jalannya juga malas-malasan. Tapi normalnya sih 4 jam perjalanan dengan pernak-pernik jalanan rusak …

Hey, Miles!

Image
Yes, Miles is enough.
Just like Francis is perfect but Ucup is enough.
Ekspresi wajah Jack Black itu selalu seperti sedang mengatakan ‘hey, gampar aku!’. Menyebalkan sebenarnya. Tapi ketika saya tanpa sengaja menonton film The Holiday (lagi) dan melihat Jack Black berperan sebagai Miles untuk kedua kalinya, saya justru jatuh suka padanya.

Kepada Hati

Image
Saya tidak tau bagaimana kamu bisa belajar sekuat dan setegar itu Sedang raga sepertinya tak mampu menahannya
Hati, luka itu sangat besar kan? Tidak mengapa jika kamu ingin menangis karena rasanya sakit. Sungguh tidak mengapa. Tapi tak setetes pun kamu menangis, tak sedikit pun kamu mengeluh.
Hati, mari sini, saya akan membantumu membalut luka itu Maaf, mungkin saya tidak bisa membalut lukamu selembut yang dia lakukan dulu Bukankah dia penyebab luka itu dan kini dia pergi?

Kepada Tuan Selamat Pagi

Image
Hal yang paling saya sukai dari pagi hari adalah mendengar kamu mengucapkan selamat pagi kepada saya. Kemudian kamu akan bertanya bagaimana hari saya kemarin. Dan saya akan menjawab, baik. Hari saya kemarin baik-baik saja. Tapi tanpa kamu, rasanya tidak akan ada hal yang luar biasa yang bisa terjadi.
Kamu tertawa dari seberang sana. Meski hanya dari suara tertawamu, saya bisa melihat dagumu yang tertarik ke bawah, atau matamu yang menyipit saat tertawa. Saya bahkan bisa menghidu aroma mint dari pasta gigi yang sering kamu pakai.

Untuk (Calon) Mama (Kelak)

Image
Assalamu’alaikum... Semoga mama selalu sehat dan diberkahi Allah setiap saat
Mama, tidak apa kan saya memanggil mama? Mungkin ada sedikit rasa keberatan menerima saya menjadi bagian dari hidup seorang laki-laki, anak kesayangan mama. Tentu saja berat bagi mama melepas anak mama yang paling dekat dan paling manja itu. Bagaimana tidak? Saya sering mendengar tentang mama darinya. Tentang jadwal nonton kalian bersama di bioskop, tentang jadwal makan malam bersama setiap akhir pekan, bahkan tentang hobinya yang selalu meminta mama untuk memijatnya. Kalian berdua begitu dekat dan saya tidak pernah ingin membuat kalian berdua jauh.
Jika selama ini mama merasa dia terlalu banyak menghabiskan waktu dengan saya, saya meminta maaf. Saya sama sekali tidak punya hak apapun atasnya. Mamalah yang memiliki hak yang besar padanya. Mamalah yang melahirkan dan membesarkan dia, hingga dia menjadi begitu luar biasa dan membuat saya jatuh cinta padanya.

Untuk Kamu Yang Tidak Sedang Saya Jatuhi Cinta

Image
Hey, kamu!
Saya tidak sedang jatuh cinta
Hanya saja, saya mendefinisikan bahagia saya ketika kamu bertanya bagaimana keadaan saya? Bagaimana liburan saya? Atau bagaimana pekerjaan saya di kantor. Dan lagi, saya mendefinisikan sedih saya ketika kamu tidak bertanya lagi apa-apa tentang saya. Seolah kamu tidak peduli lagi dengan semua yang saya sukai dan semua yang saya lakukan.
Saya tidak sedang jatuh cinta
Hanya saja, kenapa sulit sekali rasanya mendengar kamu berkisah tentang perempuan-perempuan yang kamu kenal? Dan lagi, saya benci setiap kali kamu berkata telah menemukan seseorang yang spesial. Berkali-kali sampai saya nyaris hafal semua dialog yang akan kamu katakan pada saya. Dia spesial. Dia cantik. Dia baik. Aku jatuh cinta padanya.