Posts

Showing posts from 2018

Untuk Yang Memutuskan Kalah

Untuk yang memutuskan kalah,
Terima kasih
Untuk pengajaran yang berharga
Bahwa bertahan bukan jawaban
Pun pergi bukan tujuan Untuk kamu yang kalah,
Jangan berlari mengejar musim
Atau melambat mengekor angin
Pikirlah dan ingat-ingatlah
Ada satu hati yang koyak
Yang kau tinggalkan di antara jarak
Mungkin dia yang menahan kakimu bergerakKamu yang akhirnya kalah,
Puaskah menebas ombak,
Melarung kenang,
Melucuti tawaKamu yang memilih kalah,
Sekali lagi terima kasih
Tanpa ada cerita semua terasa retih
Mungkin kemenangan itu memang tidak pernah ada
Sejak semula
Sejak bermula
Hanya sebuah cerita basa basi12.07 AM

Dikara

"Jika aku meninggalkan orang lain untuk dirimu, apa tidak mungkin suatu saat aku akan melakukan hal yang sama pada dirimu untuk seseorang yang lain?" Tanyaku pelan. Aku menghela nafas, melegakan bisa mengatakan hal yang sudah ada di benakku sejak pertama kami bertemu.

Dia menerawang, menyapukan pandangannya sejauh mungkin ke tengah lautan yang berbuih. Dalam banyak hal, setiap melihatnya aku selalu merasa nyaman, seperti melihat sebuah rumah mungil sederhana bercat putih di tengah padang ilalang. Dia seperti manifestasi dari rumah yang selalu ingin aku tinggali, untuk selamanya.
"Kamu tau" dia bersuara pelan "bagaimana rasanya bertemu dengan orang yang sejiwa, setelah bertahun-tahun bersama dengan orang yang sama sekali berbeda dengan apa yang ada di dalam dirimu?"
Sebuah perpisahan. Sebelum kami bertemu, dia memutuskan untuk memintal jarak dengan seorang perempuan yang selama ini berjalan di sisinya. Dia hanya berharap, perempuan itu bisa mengerti, ada …

Rinai di Langit Biru

Karena kamu adalah awal tanpa akhir, dengan segenap keyakinan dan segunung keraguan. Tapi. Aku ingin. Kamu.
Dia selalu datang tiba-tiba, entah darimana, dan sudah berdiri di depanku. Tubuhnya yang tinggi mau tidak mau harus membuatku mendongak untuk hanya sekadar memandang wajahnya yang coklat, yang berkumis tipis, yang rambutnya berantakan, yang tampan dengan kulit gelapnya. Dia tersenyum, memamerkan sederet geligi putih dan rapih yang selalu membuatku iri, menjulurkan tangannya kepadaku, mengajakku pergi, berlari.

Kamu?

Aku suka senja, kamu?
Ketika orang-orang melerai lelah
Setelah diburu jenuh
Menghembus nafas lega
Sehari lagi telah tamatAku suka senja, kamu?
Mencicipi sepotong
Semburat jingga di pelupuk langit
Dan seteguk wajahmu
Serta menyesap pandangmu
dari dua bola mata, yang hitam, yang pekatAku suka senja, kamu?
Untuk terus mengagumi
Penghujung hari yang penuh kasih
Menyelimuti diri
Dengan aroma asiriAku tidak pernah tidak menyukai senja, kamu?
Membenam risau
Melarung cemas
Melontar sesak
Aku suka kamu, kamu?11.20 PM

Mamak-mamak Insekyur

Image
Zaman kelam saat masih sendiri, saya sama sekali tidak punya bakat posesif apalagi insecure. Kecemasan dan kekhawatiran saya sama adik-adik saya paling hanya sebatas SMS atau telpon yang isinya tinggal copy-paste dari sebelumnya 'pulang dulu e saya mo pake motor'.

MengASIhi

Image
Breastfeeding is bestfeeding. ~Author Unknown
Ketika seorang ibu tidak bosan-bosan mengulang hal yang sama tentang anaknya, dia sedang rindu.
Ayyub memang belum menyapih, tapi dua tahun berharga yang baru saja kami lewati terlalu membekas untuk dilepas. Keinginan menceritakannya kembali dalam sebuah tulisan terus menerus mengganggu saya. Dan sambil menunggu masker putih telur ini kering, saya ingin mematri kembali sedikit hal yang bisa saya ingat dengan menyulamnya menjadi sebuah hiasan kenangan yang bisa ditengok kembali kapan-kapan jika rindu itu datang.