Posts

Showing posts from November, 2012

Embun Tentang Tegar

Berikan sedikit waktu, dan biarkan jemari ini menari untuk menerjemahkannya
Sanggupkah saya menerima semua resiko itu? Dengan mencintai seseorang sepertimu?
Ataukah rasa cinta saya tidak cukup besar untuk membuat saya kuat menanggung segala resiko itu? Bukankah seharusnya cinta memberi kita kekuatan untuk menerima segala kelebihan dan kekurangan? Bukankah cinta punya ha-hal ajaib untuk membuat kita tetap bertahan dalam dunia yang tidak kita inginkan?

Tentang Foto-Foto Usang Itu

Image
Semalam entah kenapa saya tiba-tiba ingin melihat-lihat lagi foto-foto masa kecil saya dan – Alhamdulillah – mama masih menyimpan semua foto-foto sejak saya bayi sampai saya TK. Kalau sekarang saya sering main instagram, mengubah foto-foto agar terlihat seperti foto jadul, saat melihat berderet-deret foto lama itu, mendadak saya makin sayang dengan instagram (haha). Foto-foto yang kusam dan lusuh, berwarna kekuningan, mendadak memerangkap saya ke masa dua puluh empat tahun silam. Seolah gambar-gambar bayi lucu di foto itu bukan saya, seolah-olah dia adalah orang yang berbeda, terperangkap di tubuh bayinya dan berkata kepada dirinya dua puluh empat tahun kemudian – lihatlah, waktu mengubah segalanya!

Dia, Keajaiban

Image
“Apa yang kau pikirkan?” mataku mengerjap-ngerjap mencari tahu dari sudut-sudut matanya yang berusaha dia sembunyikan dariku.
“Tidak ada” kilahnya, memandang ke arah lain.
“Ada. Pasti ada” desakku “ayolah, cerita padaku.” Aku mengguncang-guncang bahunya.
“Aku hanya sedang berpikir” dia akhirnya menyerah “tentang kamu”
“Aku?” wajahku merona merah “apa yang kau pikirkan tentang aku?”

Bromo. Aku. Dia

Image
“Kau menyukainya?” tanyanya dari belakangku.
Aku mengangguk.
Kami bersama-sama mendaki puncak gunung penanjakan sejak tadi subuh demi untuk melihat keindahan matahari terbit di tempat ini. Indah, sangat indah. Beberapa turis bersorak ketika matahari perlahan-lahan menyembul dari awan putih yang melayang sebelum akhirnya cahaya keemasannya menimpa kami. Dadaku terasa sakit.
Dia merapikan topi rajut yang aku pakai kemudian merapatkan jaket tebalku. “Kau seharusnya mengancingkan jaketmu” katanya pelan, menarik resleting jaketku hingga ke arah leher kemudian menepuk pundakku “begini akan membuatmu lebih hangat” dia tersenyum.

Officially 24 : A Bunch Of Thank You And Sorry

Image
Hari ini usia saya tepat 24 tahun. Ah, sudahlah. Tak ada gunanya menyembunyikan usia. Toh dia hanya sebuah angka yang tak akan berpengaruh apa-apa pada tingkat kedewasaan kita. 24. Dulu, waktu SMA, mendengar sepupu saya telah berusia 24, saya bergidik. Tua amat. Begitu ucap saya dalam hati. Dan sekarang? Saya 24 dan saya merasa masih muda sekaligus merasa tua. Sekali lagi, bukankah usia hanya deretan angka?

Buah 7 Macam

Image
Diajak pergi ke acara seserahan harta sama Oom saya di sebuah desa yang berjarak cukup jauh dari Luwuk, apa yang saya pikirkan?
Yap! Travelling gratis

Hari ahad kemarin, jam 9 pagi saya sudah siap sedia di rumah Oom saya yang satunya lagi di kilongan dan err...ternyata kami baru berangkat jam 12 siang

Biru

Image
"Biru, adalah sebuah keinginan dan mimpi."
Serupa cita-cita yang sering aku gantungkan di langit-langit kamar, memandanginya sebelum aku terlelap dan berharap esoknya segala yang menggantung itu telah menjadi nyata. Dia, Biru, adalah selalu yang aku cintai. Sejak pandangannya selalu dia lemparkan ke langit luas, sejak rambutnya yang menjuntai di dahi menari dipermainkan angin, sejak bibirnya selalu terkatup rapat di tengah-tengah riuhnya kami, dan sejak aku mengenal namanya. Biru.

Pahatan wajahnya itu, aku tidak pernah melihat mata semenawan itu. Aku suka pandangan matanya yang kosong ketika dia sedang melangkah. Aku juga menyukai bahunya yang simetris, membuat pakaian apapun yang dikenakannnya tampak indah. Biru, adalah yang selalu aku cintai.