Sepuluh Benda Yang Selalu Menarik Perhatian Saya

1. Flat shoe. Mau sepatu kantor, sepatu kasual, sepatu pesta, saya suka yang flat. Lebih nyaman dan tidak terkesan sok tua. Saya kan belum tua-tua amat :p
2. Jam tangan. Mungkin karena sekarang pakai jam hasil menculik punya mama makanya tiap liat jam tangan pasti singgah sebentar buat milih-milih dan ujung-ujungnya tidak dibeli karena masih merasa lebih nyaman pakai jam tangan punya mama *tidak modal amat
3. Tas. Apalagi kalau ukurannya besar tapi tetap girlie. Lebih senang lagi kalau liat-liat backpack atau ransel-ransel keren. Pengaruh dari alam bawah sadar yang selalu ingin travelling kemana-mana.
4. Aksesoris dan pernak pernik etnik. Gelang-gelang dari batok kelapa atau bros dari kayu, kalung dari kulit pohon, gantungan kunci dari bambu, hiasan dinding dari kerang… semuanya yang terbuat dari bahan alami selalu terlihat lebih menarik.
5. Stationery. Meski sudah tidak lagi berlabel pelajar, tapi alat-alat tulis selalu menarik perhatian saya. Paling banter beli pulpen yang modelnya unik.

6. Sandal jepit. Selain nyaman di kaki, tidak ribet, dan modelnya unik – apalagi kalau ada warna birunya atau warna gelapnya.
7. Bedak bayi, sabun mandi bayi, cologne bayi, lotion bayi, sampai detergen bayi. Pokoknya semua yang aromanya bayi banget.
8. Tas laptop, casing handphone, leather case Galaxy tab yang ada unsur warna birunya. Tapi Cuma diliat-liat doang. Soalnya yang beginian biasanya mah muahal. Kecuali memang sudah direncanakan buat dibeli.
9. Camilan. Yang ini mah jangan lagi Tanya. Mending saya ke supermarket dengan perut kenyang ketimbang datang kesana dengan perut lapar. Rasa lapar bisa mendorong saya buat membeli camilan yang bahkan tidak saya sukai.
10. Sikat gigi. Haha…tiap kali ke supermarket saya selalu mampir ke rak sikat gigi Cuma buat liat-liat kalau ada model sikat gigi baru yang aneh. Sayang sampai sekarang belum ada yang jual sikat gigi coolgate seperti yang ada di iklan StarMovie. Sepertinya cukup keren.

Comments

Popular posts from this blog

Saya dan Tahun 60-an

I (Don't) Love My Boss (Part I)

Pierre Tendean (Lagi-lagi)