Welcome to our website !

Matryoshka

“I write to give myself strength. I write to be the characters that I am not. I write to explore all the things I'm afraid of.” ― Joss Whedon

Pierre Tendean (Lagi-lagi)

By Friday, March 23, 2012 ,


Pierre Tendean
Lagi... cerita tentangnya tak akan pernah habis, selalu.
Iseng-iseng mencari tweet-tweet tentang Kapten dan nemu sebuah akun yang lagi membahas tentang beliau. Sebenarnya tweetnya itu sudah lama, bulan Oktober tahun lalu. Tapi kebetulan sekali hari ini tweet tentang Pierre dilanjutkan lagi.

Ini nih akun twitternya


Pierre adalah pria blasteran Minahasa - Perancis yang fasih berbahasa jawa

Lulus dari ATEKAD 61 dengan nilai standar dan langsung bergabung dengan corps Genie (sekarang corps Zeni) sesuai anjuran ibundanya

Dikenal sebagai "si ganteng dari bumi panorama"

Dimanakah bumi panorama? Orang Bandung saat ini lebih mengenalnya sebagai Secapa di Hegarmanah

Pilihan menjadi tentara adalah murni keinginan Pierre, karena kedua orangtuanya yang kaya raya menginginkan profesi dokter atau insinyur

Menjadi tentara sekaligus insinyur yang membuat Pierre bergabung di sekolah Zeni, dua tahun junior di bawah mantan Wapres Try Sutrisno

Sosok indo Pierre membuat dirinya gampang dikenali, dan ketampanannya membuat dirinya menjadi idola pemudi-pemudi seputar Villa Isola Lembang 

Di akademi, Pierre menonjol di bidang olahraga, basket dan tenis menjadi olahraga favoritnya

Pierre lulus tahun 1961, dan langsung mengajukan diri untuk bergabung dengan garis depan dalam Konflik Indonesia - Malaysia

Wajah bulenya membuat Pierre dengan mudah bolak balik Indonesia - Singapura sebagai intelijen untuk mengumpulkan data

Kurang lebih Pierre berhasil melakukan infiltrasi sebanyak 6 kali, yang terakhir nyaris membuatnya terbunuh

Prestasi Pierre kelak selalu disombongkan oleh korps Zeni, yang mungkin membandingkannya dengan dua orang prajurit marinir, Usman dan Harun

Usman dan Harun gugur meregang nyawa di negara tetangga karena upaya spionase yang gagal

Sepak terjang Pierre di dunia intelijen membuat ibundanya khawatir, berulangkali dia meminta Pierre untuk pindah ke markas dan menjadi staff

Pierre menolak, ibunya pun meminta bantuan kerabat jauhnya, Johanna Nasution, istri KSAB saat itu AH Nasution

Tak sampai 4 bulan, Pierre pindah tugas ke Jalan Teuku Umar, menjadi ADC KSAB Jenderal Nasution

Dalam film Om Arifin C Noer (Pengkhianatan G 30 S/PKI), diceritakan keduanya (Pierre dan Pak Nas) memiliki kemiripan, aslinya...boro2....hanya tinggi badan saja yang sama, 175 cm

Kulit pierre terlalu putih jika mau disamakan dengan Pak Nas, begitu juga dengan fisik keseluruhan

Ada fakta unik, saat Pierre mengawal Pak Nas untuk berpidato di ITB bulan Mei 1965

Di ITB saat itu, mendadak ada jargon, telinga untuk Pak Nas, mata untuk ajudannya...

Akhir tahun 1964 Pierre telah menjalin hubungan serius dengan seorang pemudi tanah Deli

Pemudi ini, kelak pada saat perayaan kesaktian pancasila yang kedua, tahun 1967 dipeluk erat oleh bung Karno di Lubang buaya

Pierre dan pemudi bernama Rukmini ini rencananya menikah di bulan November 1965 dan sudah bertunangan, tapi maut terlanjur memisahkan : )

Dari keterangan Yanti Nasution, Pierre TIDAK PERNAH memberikan hadiah coklat kepada Ade Irma Suryani

Saat menjadi taruna Pierre mendapat julukan "Robert Wagner dari Panorama" oleh gadis-gadis remaja Bandung

Pierre merupakan Ajudan Jendral A.H Nasution yang termuda, baik usia maupun dinasnya sebagai seorang militer

Rukmini binti Chalimin nama lengkapnya, gadis medan yang menaklukan hati Pierre beragama islam, dan mendapat tentangan dari keluarga Pierre

Pierre saat itu bertugas di Medan, dan legendanya sudah saya sebutkan, menembus Singapura lima kali dalam masa Dwikora....sebuah rekor....

Tiga jenderal yang saat itu memperebutkan Pierre menjadi ajudan, AH Nasution, Pranoto Reksosamudro dan Suwondo Parman. Dan yang menang KSAB : )

Pierre mahir dalam olahraga basket dan tenis, yang terakhir membuatnya cepat membaur dengan pimpinan angkatan darat saat itu.

Dan tahukah anda, malam itu seharusnya Pierre tidak bertugas, tapi pertukaran shift membuat Pierre menemui ajal bersama 6 jenderal lainnya

Sebenarnya penculik menyadari telah salah culik, tapi luka di kepala Pierre terlalu lebar, sebutir peluru akhirnya dilepaskan, visumnya tercatat

1-2-3-1, urutan jenazah di sumur, Pandjaitan, Yani diikat dengan Haryono dan Sutojo, Suprapto diikat dengan Parman dan terakhir Pierre

Menurut Cornell Paper, ada benda di kantung pierre saat meninggal, benda ini dihapuskan dari catatan sejarah karena dinilai tidak pantas :) (paling nyesek baca yang ini)

Teman sekamar Pierre waktu di ATEKAD, masih hidup dan berpangkal kolonel, rumahnya di Margahayu raya Bandung, ceritanya adl tweet-tweet ini...

Yak, sampai di sini tweetnya. Kalau ada lanjutannya, nanti saya edit lagi post ini ;)

You Might Also Like

7 komentar

  1. Teman sekamar pierre tersebut namanya siapa dan alamat lengkapnya dimana sekarang? Trims.

    ReplyDelete
  2. Wow,makasih mba infonya.Yang benda dikantung kira2 apa ya??Penasaran..
    Menambah pengetahuan ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ga salah,simpang siurnya itu kondom mbak,soalnya ini ada hubungan sama gerwani

      Delete
    2. Kalo ga salah,simpang siurnya itu kondom mbak,soalnya ini ada hubungan sama gerwani

      Delete
  3. Wah.. Pak pierre kasihan mbk rukmini... Loh.

    ReplyDelete
  4. Wah.. Pak pierre kasihan mbk rukmini... Loh.

    ReplyDelete