Letter to Allah


Surat untukmu, Allah
Aku lelah bercerita banyak kepada makhluk-makhlukMu yang lainnya.
Dan hanya kepadaMu aku tak ingin lelah

Allah,
Apakah perubahan selalu memaksa diri kita untuk jadi berbeda? Untuk mengganti sudut pandang kita dan memahami hal dari cara yang tak biasa? Apakah perbedaan adalah hal yg absolut dalam sebuah perubahan? Kenapa tiba-tiba semuanya terasa asing? Bahkan matahari pun terlihat berbeda dari sini.



Allah,
Hujan tak lagi terlihat indah, bahkan ketika aku ingin berteduh di bawahnya. Derainya yang rapat hanya menghujam lesu jatuh ke tanah, tak lagi menari seperti dulu, tak lagi bercanda denganku. Apa karena hujan pun telah berubah? Ataukah aku yg tak ingin berubah?

Allah,
Bukankah kehendakMu tidak tunduk pada teori-teori fisika mana pun?
Kami bahkan tak bisa menerka sedikit pun apa yang akan terjadi sedetik kemudian.
Tapi kenapa banyak orang yg begitu angkuh mendahului kehendakMu?
Kenapa ada bilangan orang yg pesimis bahkan sebelum dia melangkah setapak pun.

Semakin dewasa seseorang,
Semakin banyak hal yang telah dia lalui
Semakin banyak pula perubahan yang terjadi
Berubah untuk bertahan
Berubah untuk eksistensi
Berubah untuk sesuatu yang lain
Semoga saja perubahan itu tetap berada di atas jalanMu

UPS Soho
01.00 PM
Hujan di kotaku
Pemeriksa di kantorku :D

Comments

Popular posts from this blog

Saya dan Tahun 60-an

I (Don't) Love My Boss (Part I)

Pierre Tendean (Lagi-lagi)