Curhatan Abad Ini


Allah, apa yang sedang dia lakukan disana?
Pertanyaan seperti itu selalu terbersit di benak saya jika saya memikirkan seperti apa rupa suami saya kelak.
Apa dia akan berdoa sama seperti yang saya minta kepadaMu?
Apa dia juga sangat berharap agar segera dipertemukan dengan saya?
Apa dia juga berdoa dengan penuh harap sama seperti ketika saya berdoa padaMu?
Allah, kadang di hati ini timbul rindu yang teramat sangat pada sosok seseorang yang entah siapa
Bisakah hamba memprediksi seperti apa dia?
Apa dia akan sejalan dengan hamba nanti?
Apa dia cerdas dan humoris? Mampu membuat hamba tertawa dan kagum dengan wawasannya?
Apa dia punya visi dan misi yang jelas dalam hidupnya? Apa dia punya target-target yang jelas untuk hidupnya?
Apa dia senang bercerita atau malah pendiam seperti hamba?
Atau mungkin dia hanya diam di satu kesempatan dan supel di kesempatan yang lain?
Atau…atau mungkin dia seorang public speaker jempolan dan telah banyak memberi ceramah dimana-mana?
Atau dia seorang yang dingin, tertutup, tegas dan tanpa kompromi?
Hhh…semua pertanyaan di benak saya itu kadang membuat saya tersenyum tipis
Apa mungkin karena pengharapan hamba yang terlampau tinggi padanya sehingga dia enggan untuk segera datang menghampiri hamba?
Atau mungkin karena hamba belum pantas untuknya sehingga Engkau belum mau mempertemukan kami berdua?
Banyak sekali pertanyaan hamba tentang dia, Allah.
Bisa kan hamba curhat sekalian saja padaMu?
Bisa kan? Terima kasih ya Allah!
Kebetulan saat ini hamba lagi galau. Serius. Ini bukan curcol.
Engkau Maha Tahu. Bisa tidak hamba dapat sedikit bocorang tentang dirinya?
Sedikiiiiit saja, untuk memberi hamba tambahan kekuatan dan kesabaran untuk menantinya
Mungkin cukup dengan jawaban : “Aku sedang mempersiapkannya untukmu. Saat ini dia tidak bisa diganggu karena sedang dalam proses menyetarakan diri denganmu. Begitupun juga dirimu, Aku masih memerintahkanmu untuk berproses menyetarakan diri agar sama dengannya. Bersabarlah. Di satu titik nanti kalian akan bertemu. Titik kesetaraan kalian berdua”
Kalau itu jawabMu ya Allah….
Suer… hamba pasti akan menikmati proses penyetaraan diri itu dengan sabar.
Hmm…tapi tidak Engkau jawabpun pilihan yang hamba punya hanya bersabar bukan? :P

Sabtu siang,
Lagi galau maksimal

Comments

Popular posts from this blog

Saya dan Tahun 60-an

I (Don't) Love My Boss (Part I)

Pierre Tendean (Lagi-lagi)