Barfi!


Jika ingin mencintai dengan cara yang sederhana, mencintailah seperti Barfi.

Meskipun saya tidak setuju dengan cinta pada pandangan pertama, tapi Barfi jatuh cinta dengan sederhananya pada Shruti sejak pertama kali dia melihatnya.

Barfi seorang yang bisu dan tuli, terkenal di seantero Darjeeling karena keisengan dan kebaikan hatinya. Orang tuanya sebenarnya memberinya nama Murphy. Tapi jika ada yang bertanya siapa namanya, dia akan menjawab Barfi.

Singkat cerita, orang tua Shruti tidak setuju dengan hubungannya dan Barfi, apalagi Shruti telah bertunangan dengan seorang pria yang menurut ibunya sempurna-untuk-Shruti (as always). Ibu Shruti menasihatinya, menginginkan Shruti menikah dengan seorang pria yang bisa memberikannya masa depan yang lebih baik.

"He can't say the words you wish to hear and he can't hear the words you wish to say" Shruti's mom said.
"Sometimes silence is the language of love" Shruti argued.
"And some day that silence will drown out your love. You will use your finger to talk to him but the world will point fingers at you"

Sayangnya Shruti mengikuti nasihat ibunya yang ternyata dulu juga pernah mengalami hal yang sama. Ibunya jatuh cinta dengan seorang pria di Darjeeling dan mereka berdua nyaris kawin lari. Ibunya memutuskan untuk tidak pergi bersama dengan pria itu karena tidak bisa membayangkan masa depan seperti apa yang dimilikinya jika dia menikah dengan pria tak-bermasa-depan-cerah yang sesungguhnya dia cintai itu. Tapi jika memungkinkan, setiap kali ibunya ke Darjeeling dia akan diam-diam datang ke tempat pria itu bekerja dan melihatnya dari jauh.

"Who is Barfi to me? After six years of being married, why was Barfi still important to me? That day I broke all ties to help Barfi... I guess I could take such a drastic step only because I was still as deeply in love with Barfi as I was the first time I met him"

Enam tahun setelah Barfi dan Shruti berpisah, takdir selalu menggiringnya bertemu dengan Barfi. Barfi kembali masuk ke dalam hidup Shruti.

Tapi ini bukan tentang kisah cinta Barfi dan Shruti. Shruti telah melakukan kesalahan dengan meninggalkan Barfi dulu dan lebih memilih masa depannya.

Barfi yang tanpa sengaja harus menjaga Jhilmil, seorang gadis autis temannya sejak kecil, ternyata menjadi begitu terbiasa dengan kehadiran gadis itu. Apalagi Jhilmil adalah satu-satunya orang yang lulus dalam 'tes' persahabatan yan selalu diujikan Barfi kepada sahabat-sahabatnya termasuk kepada Shruti dulu.

Shruti akhirnya merelakan Barfi, menyaksikan cinta yang unik antara Jhilmil dan Barfi, melihat dua orang itu saling mencintai sampai tua dan meninggal bersama-sama. Itulah cinta yang sebenarnya diinginkan Shruti, cinta seperti kakek dan neneknya.

***

Film ini highly recommended. Sinematografinya keren. Dan akting Ranbir Kapoor sebagai Barfi jempolan bahkan tanpa dialog apapun. Saya suka alur maju mundurnya yang bertemu pada satu titik. Satu lagi, meski genrenya komedi-romantis, tapi ceritanya 'berisi'. Wajib tonton.

Kesempatan pertama adalah sesuatu yang wajib kita kejar, karena kesempatan kedua bisa jadi hanya nasib baik. Shruti mungkin menyesal karena ternyata Barfi menemukan orang lain yang lebih baik dari dirinya setelah dia melepas kesempatan pertama yang dia miliki. Karena pada kesempatan kedua, semuanya telah terlambat.

"Jhilmil didn't plan to fall in love. She didn't think about the consequences. She didn't think how life would turn out. She just loved Barfi unconditionally and it all turn out well in the end"

17 Juli 2013
Kantor :D

Comments

Popular posts from this blog

Saya dan Tahun 60-an

I (Don't) Love My Boss (Part I)

Pierre Tendean (Lagi-lagi)