Posts

Kalau Saja Kita Bertemu Hari Ini

Image
Kalau saja kita bertemu hari ini, Saya yakin, kamu tidak akan serta merta menjatuhi saya cinta Karena saya bukan tipe orang yang mudah dijatuhi cinta pada pertemuan pertama Mungkin kita bertemu ketika wajah saya sedang kusut, atau mood saya sedang buruk. Kalau saja kita bertemu hari ini, Saya tidak yakin akan langsung mengenalmu Saya tidak yakin akan langsung paham kamulah orang itu Orang yang sudah saya tunggu nyaris sewindu

Louloudi

Image
“There was a mysterious chasm between this island and the greater world, just like there was between old and young, ancient and new.” (The Sisterhood of the Traveling Pants) Santorini, Agustus yang hangat Aku menyusuri lorong dengan jalanan berundak dan menanjak, sisi kiri dan kanan dipagari oleh dinding-dinding rumah yang semuanya dicat berwana putih dengan daun jendela berwana biru cerah. Di tanganku tergenggam sehelai kertas putih kusut bertuliskan alamat sebuah penginapan yang akan aku tinggali di Oia, sebuah desa di pulau Santorini. Louloudi. Begitu nama penginapan yang tertulis di atas kertas. Aku yang sama sekali tidak bisa membaca abjad Yunani telah mengelilingi nyaris seluruh bagian desa ini demi melihat sebuah papan nama yang bertuliskan Louloudi atau minimal deretan huruf yang mendekati kata ‘louloudi’ itu. English please... Aku menyeka peluh. Meski cuaca di Santorini tidak sepanas Indonesia, berjalan memanggul sebuah carrier 50L dan berputar-putar tanpa ar...

Dua Orang Guru Cilik

Image
Kamis subuh, Ketika sebuah ingatan yang telah tiga tahun lewat kembali menghampiri saya dan menampar saya, lagi. Kejadian itu sudah lama berlalu, akhir tahun 2011. Sebuah kejadian yang mungkin bagi sebagian besar orang sebenarnya amat sepele, tapi itulah kejadian yang paling saya sesali sampai sekarang, sampai saat ini, bahkan sampai detik ini. Saya tidak pernah menyangka akan bertemu dua orang yang bertahun-tahun kemudian membuat saya benar-benar mengerti apa itu syukur. Syukur yang bukan hanya sebatas lisan. Syukur yang bukan hanya sekadar merasa cukup. Pada akhir tahun 2011 saya mengunjungi Bandung dan Jakarta.

Perempuan Semilyar Mimpi

Image
Perempuan ini percaya, Pramoedya Ananta Toer adalah jodohnya kalau saja dia tidak lahir enam puluh tiga tahun setelah Pak Pram lahir. Jatuh cinta pada kopi dan hujan, yang jika keduanya dikombinasikan maka akan membuat jemarinya tidak berhenti untuk mengalirkan kata-kata di kepalanya ke atas halaman word di laptopnya. Tapi baginya tidak akan pernah sempurna tanpa ada dia . Secangkir kopi, hujan, dan dia . Dia yang saat ini entah berada dimana.

Pergi

"Aku hanya ingin bertanya, kenapa untuk dia, kau mau berusaha sekeras itu. Kenapa untuk dia, kau mau berjuang dan berkorban sebanyak itu? Sementara untukku tidak. Kau tidak mengorbankan apa pun, kau bahkan tidak mau berusaha sedikit pun. Jadi kenapa? Apa kau bisa menjawab pertanyaanku?" Dia memandangiku, kemudian membuang pandangannya jauh ke deretan atap rumah berwarna-warni di bawah sana. Aku menunggu. Bukan menunggu jawaban darinya tapi menunggu dia menyerah untuk tidak menjawab pertanyaanku sama sekali. Karena sebenarnya aku juga takut mendengar jawaban darinya. Takut rasa sakit itu masih ada. Menit-menit berlalu, dia masih diam.

Cerita Senja Kemarin

Image
Hari ini kembali menghabiskan sore berkeliling tak tentu arah bersama sepeda motor butut kesayangan saya. Sepeda motor berwarna biru yang sudah cedera di sana sini. Jadi mau kemana kita? Daftar putar nomor 1 Adhitia Sofyan – Bandaged In you all I wanted, In you everything In to you I believe, everything will fall down in the end Saya memutuskan berkendara menuju bandara, kemudian berputar dan berkendara menuju desa Bunga. Agak jauh sebenarnya untuk ukuran orang yang hanya ingin menghabiskan senja sambil bepergian tak tentu arah. Sedikit menyesal kenapa tidak membawa jaket karena ternyata angin berhembus cukup kencang. Kadang saya spontan saja sepulang kantor singgah duduk di tepi pantai kilo 5 hingga menjelang maghrib atau jika ada orang lain yang datang dan mulai berisik mengganggu ketentraman saya sendirian, atau duduk di lalong tanpa melakukan apapun, hanya memesan pisang goreng dan segelas jus kemudian duduk memandangi bentangan gunung di seberang laut sa...

Cangkir Kopi Kedua

Image
Adukan terakhir di gelas kopiku baru saja aku selesaikan. Dari sendok mungil yang aku angkat masih tersisa beberapa tetes yang enggan beranjak. Segerombolan gadis yang duduk dua meja di depanku tertawa, mengalihkan pandangan beberapa orang pria dari lawan bicara mereka. Pakaian mereka ketat seadanya dengan riasan wajah yang mencolok. Pantas saja semua pria di tempat ini menoleh begitu ada kesempatan atau mencuri-curi pandang ke arah gadis-gadis itu. Semua pria kecuali yang kini sedang duduk di hadapanku. Aku mengetuk-ngetukkan ujung sepatuku ke atas lantai ubin berwarna kelabu sembari memandang sekeliling kedai kopi yang seluruh mejanya penuh. Tepat di meja di depanku empat orang pria dengan asap mengepul di tengah-tengah mereka sedang bercakap-cakap seru. Entahlah tentang apa. Sepertinya mereka berempat, yang masih mengenakan kemeja rapi, bekerja di kantor yang sama. Bisa jadi mereka sedang membahas masalah pekerjaan atau bisa jadi mereka sedang membahas gerombolan gadis yang m...