Perencana Yang Sok Berencana

GWK

Saya - dan beberapa teman lain - adalah perencana-perencana yang hebat. Tidak terhitung sudah berapa banyak rencana yang telah kami buat dan semuanya....GATOT alias gagal total. Selain karena rencana-rencana itu terlalu spektakuler (mungkin) untuk ukuran kami, ternyata mengambil cuti di waktu yang bersamaan untuk bepergian bagi kami itu sulit kalau tidak bisa dibilang mustahil. Seperti yang terjadi pada rencana perdana kami saat masih kuliah di Manado tahun 2006 yang lalu.

"Ke Bali yuk"
"Berlima"
"Ambil cuti sama-sama"

Dan sampai tahun 2011 kemarin rencana itu sama sekali tidak terrealisasikan. Tapi anehnya rencana yang timbul dari spontanitas malah berhasil kami realisasikan. Mungkin kami ini tipe manusia 'tiba masa tiba akal' karena sesuatu yang terencana malah hanya membuat kami berguling-guling di rencana itu.


Ke Bali jadi juga (akhirnya). Hanya dimulai dengan obrolan-obrolan ringan akhirnya kami memutuskan ke Bali meski hanya berdua saja. Tiga personil kost Bethesda lainnya tidak bisa ikut dan tidak memungkinkan lagi kami menjadwal ulang perjalanan kami. Mungkin kalau tidak spontan mencetuskan ingin ke Bali, lagi-lagi kami pasti tidak akan berangkat. Hari itu juga kami langsung cek tiket pesawat dan paket wisata. Done. Tinggal berangkat.

Atau misalnya waktu saya ke Jakarta dan Bandung Nopember 2011 kemarin. Ide perjalanan naik kereta malam itu tiba-tiba saja muncul di kepala saya. Err...tidak juga sih. Karena waktu saya mengecek tiket pesawat Surabaya - Bandung ternyata harganya selangit. Ide spontan itu serta merta membuat saya menyusun initerary. Dan tahukah kalian? Hal yang paling menyenangkan dari bepergian adalah menyusun initerary. Hehe. Rasanya saya sudah berada di tempat yang akan saya tuju hanya dengan membuat daftar tempat-tempat yang akan dikunjungi.

Raja Ampat sempat menyembul di dalam rencana-rencana kami. Atau pulau Derawan. Bahkan pulau Komodo pun masuk daftar. Banyak sekali tempat yang ingin kami kunjungi. Belakangan ide ke luar negeri pun menjadi aternatif meski baru sebatas Asia tenggara saja. Rencana yang paling baru ini InsyaaLlah sudah 50% siap. Teman saya yang rajin berkunjung ke web Air Asia memperoleh tiket promo Makassar - Kuala Lumpur hanya seharga 79 ribu perak saja. Yay! Harga segitu bikin kami gelap mata dan tanpa pikir panjang langsung membeli tiketnya. Bulan September 2012. Lama amatttt -_______-"

Ide bepergian ke 3 Negara (Malaysia - Singapura - Thailand) dengan gaya backpacker sesungguhnya karena tergiur oleh tulisan salah satu travel blog yang mengatakan hanya dengan budget 4 jutaan kami sudah dapat menjelajah 3 Negara sekaligus. Akhirnya kami langsung grasak-grusuk bikin paspor. Saya yang paling menyedihkan karena harus bikin paspor ke ibu kota propinsi. Kalau dihitung-hitung cuti saya tahun ini bisa-bisa minus karena saya harus cuti ke Palu dahulu untuk membuat paspor sementara perjalanan ke 3 Negara itu membutuhkan waktu 6 hari dan saya punya rencana nonton Bulu tangkis Indonesia Open tahun ini yang terpaksa harus rela hanya bisa nonton selama 3 hari sisa turnamen saja.

Yeah, we'll see.
Jadwal travelling ke 3 Negara itu masih lama. Masih beratus-ratus hari lagi yang harus kami lalui. Bisa saja kami berubah pikiran. Yang pasti apapun rencana-rencana kami di tahun ini, saya masih punya obsesi untuk menjadi single traveller.

Ahad malam,
survey hostels di KL dan Singapura
Menyusun initerary
Dan Bangkok masih jadi impian (naik BTS-nya Paman)
8.45 PM

Comments

Popular posts from this blog

Saya dan Tahun 60-an

I (Don't) Love My Boss (Part I)

Pierre Tendean (Lagi-lagi)