Don't take so serious *yawn*



Mengamati fenomena yang terjadi akhir-akhir ini saja

Banyak akun-akun di facebook (lagi-lagi situs jejaring sosial yang satu ini bikin saya gemas) yang namanya Islami, status-statusnya Islami tapi paling rajin kasih komen, tulis di dinding, men-tag-lah pada akun lawan jenisnya. Terlebih lagi kalau lawan jenisnya itu punya akun dengan nama yang Islami juga. Makin bersemangatlah mereka.


Heran saja sik...ngapain bersembunyi di balik segala hal yang Islami itu kalau memang niatnya cuma buat tebar pesona, kenalan dengan lawan jenis dan dibungkus dengan alasan dakwah untuk sesama? (etapi tidak ada yang bisa tau niat seseorang kan? Jadi makin gampang berkelit dong. Hehe). Pakai cara yang lebih elegan dong. Jangan cuma bersembunyi di deretan nama-nama indah dan status-status yang menggugah jiwa itu.

Hanya ingin menegaskan, kita ini manusia, makhluk sosial. Bukan berarti kita menutup interaksi kita dengan orang lain, bersikap seolah-olah lawan jenis adalah pihak yang harus dihindari tapi membungkus semua itu dengan alasan dakwah. Mending terang-terangan saja, tidak usah memperlihatkan sikap terlalu menghindar. Kita juga pasti punya kan teman kantor, teman kuliah, teman sekolah…jadi saya rasa wajar saja jika ada yang berinteraksi dengan lingkungannya. Saling kasih komen ke teman kantor, atau menghadiri reuni teman sekolah. Alasan semacam ‘menghindari fitnah’ itu sudah tidak berlaku lagi jika memang niat awalnya sudah rusak atau dalam perjalanannya niatnya itu telah terkontaminasi.

Hhh…baiklah. Inti dari semuanya ini saya hanya ingin bilang (maaf, kalau agak kasar) jangan sok suci. Kita adalah manusia dan makhluk sosial. Kalau ada yang sering ngobrol sama teman kantornya, atau ada yang saling nanya kabar ke teman lamanya, jangan langsung menilai mereka minus. Mending mereka yang terang-terangan, tidak sok menutup-nutupi daripada mereka yang ingin terlihat sempurna di kulit luarnya, tapi bermasalah dengan isi di dalamnya.

Sekian dan terima masukan serta kritikan
Itulah salah satu dari gunanya hidup sebagai makhluk sosial ;)

UPS Pelita
10.37 AM

Comments

Popular posts from this blog

Saya dan Tahun 60-an

I (Don't) Love My Boss (Part I)

Pierre Tendean (Lagi-lagi)