Welcome to our website !

Matryoshka

“I write to give myself strength. I write to be the characters that I am not. I write to explore all the things I'm afraid of.” ― Joss Whedon

My First Indonesia Open :')

By Wednesday, June 20, 2012 , , ,

Foto di belakang DIO :')

Terlalu banyak yang ingin saya tulis tentang perjalanan kemarin!
Saya bingung harus mulai darimana. Jadi saya mau nulis secara maraton saja.

Dari Luwuk ke Jakarta memutuskan beli tiket connecting flight karena mau ketemuan dulu dengan teman saya, Tya di Makassar. Jadi dari Makassar kami berdua bisa pergi sama-sama ke Jakarta. Alasannya sih ya biar tidak seram saja kalau ketemuannya nanti di Jakarta. Terlalu banyak nonton berita kriminal di TV bikin saya jadi ekstra hati-hati jika ingin berkeliaran di Jakarta. Jadi, saya beli tiket Bata*ia Air jam 2 siang dan L*on Air jam setengah 8 malam. Tadinya saya pikir semuanya akan lancar-lancar saja sampai ternyata sudah jam 5 sore dan pesawat masih mangkal di landasan bandara S.A Amir Luwuk.

Saya jadi tidak tenang, dikit-dikit liat jam sambil bertekad dalam hati kalo sampai saya ketinggalan pesawat ke Jakarta maka saya akan menuntut mereka. Pokoknya saya tidak terima kalau sampai jadwal saya rusak gara-gara penerbangannya delay berjam-jam. Alhamdulillah, bisa check-in juga di Makassar 45 menit sebelum jam keberangkatan pesawat yang tertera di tiket tapi ternyata pesawat L*on Air-nya juga delay #eaa.http://www.emocutez.com


Karena terlalu bersemangat, saya dan Tya datang ke Istora jam 8 pagi. Niatnya mau nukar tiket yang dibeli online dan menurut info loket penukaran tiketnya buka jam 8 pagi. Berhubung kami berdua tidak suka ngantri makanya kami datang pagi-pagi. Dan ternyata loketnya buka jam 11 siang sodara-sodara!http://www.emocutez.com

Sambil menunggu loket buka, kami berdua berkeliaran di dalam Istora. Ketemu sama si Mr. Bean versi Istora yang benar-benar unik (haha…he’s so damn unique. Kind of the rare character I’ve never seen) , foto-foto, liatin atlet-atlet yang masuk ke Istora, sampai kemudian tanpa sengaja papasan sama Lee Yong Dae dan Jung Jae Sung. Saya langsung narik tangan Tya dan nunjuk ke arah Lee Yong Dae yang sudah lewat di depan. Dia tersenyum pas liat kami berdua yang cuma bengong. Sampai-sampai Jung Jae Sung juga seperti menahan tawa melihat kami. Nanti setelah mereka berdua sudah berlalu baru kami berdua sadar. KENAPA TADI TIDAK MENYAPA DIA COBA???http://www.emocutez.com
Clapper-nya, bukan orangnya

Tya jadi seteres. Menyesal kenapa tadi dia tidak minta foto bareng sama Yong Dae. Lagian kenapa juga tadi dia cuma bengong pas Yong Dae lewat? Tsk…tsk..tsk…

Jam 1 sudah banyak penonton yang masuk ke dalam arena. Saya dan Tya ikut ngantri masuk dan tak sengaja ketemu lagi dengan si Mr. Bean yang lagi makan di tangga. Benar-benar seharian itu hanya dia orang yang terus menerus kami temui. Di pintu masuk tiap orang dikasih dua buah clapper. Gratis ternyata, Untung tidak sempat beli di luar Istora tadi. Lumayan, 3 hari bisa bawa pulang 6 buah clapper. Haha…

Di dalam arena, mungkin untuk melampiaskan penyesalannya yang tadi tidak sempat minta foto dengan Lee Yong Dae, pas Lee Yong Dae bertanding Tya ikut-ikut teriak dengan para suporter Korea. Aih, ternyata dia lebih ekstrim dari bayangan saya sebelumnya. Meski lawan Lee Yong Dae di semi final adalah Kido/Hendra, dia tetap dukung si pria K-Pop itu http://www.emocutez.com



Hari kedua, semi final. Si Mr. Bean itu tidak keliatan lagi (loh). Mulai hari itu semua kursi VIP sudah pakai nomor, jadi tidak perlu khawatir tempat duduknya akan diambil orang lain. Tapi kita tidak bisa lagi memilih tempat duduk favorit karena begitu tiket ditukar langsung dikasih juga nomor kursi dan tidak bisa dipilih. Istora juga sudah mulai penuh dan lagi-lagi Lee Yong Dae tetap merajai Istora. Saya curiga cewek-cewek yang nonton ke Istora lebih senang liat Lee Yong Dae daripada liat pertandingannya. Buktinya pas saya tanya ke Tya sudah berapa skornya dia malah tidak tau padahal papan skor jelas-jelas ada di depan matanya *tabok Tya*http://www.emocutez.com
Tya's DaeDae

Selesai pertandingan semi final, pas keluar gedung ada meet and greet Bona dan Ahsan. Eh, ternyata kalau diliat langsung Ahsan itu keren. Lebih keren dari Hendra Setiawan malah. Tapi saya tetap pendukung Fu Haifeng kok. http://www.emocutez.com(diserbu penonton Istora)
Bona/Ahsan

Pulang naik taksi, supir taksinya mewawancarai kami bertanya siapa-siapa yang bertanding dan siapa yang menang. Bapak supir itu curhat kalau dia hanya sempat nonton sedikit pertandingan di TV pas lagi mangkal di hotel makanya bapak itu penasaran siapa yang menang. Sekalian dia cerita kalau dia sempat mengantar pemain bulu tangkis Belgia ke hotel. Juga cerita kalau komentator pertandingan bulu tangkis di TV sempat membahas kenapa banyak sekali cewek-cewek yang mendukung Lee Yong Dae (haih…lagi-lagi) dan bikin Tya tersipu-sipu shy shy cat di dalam taksi.

Kami turun di Grand Indonesia.

Entah apa yang merasuki kami berdua untuk masuk ke mall itu. Dengan wajah kusam karena seharian di Istora, bawa-bawa clapper, kami benar-benar salah kostum. Semua pengunjung mall terlihat rapi dan segar. Mana toko-toko di dalamnya bikin kehilangan semangat lagi. Gucci, Versace, Dolce and Gabbana….jahhh…mending belanja di Tanah Abang saja. Murah meriah, bisa nawar lagi *diuber satpam Grand Indonesia*

Akhirnya tidak sampai setengah jam, kami menyerah dan pulang ke hotel.http://www.emocutez.com

Di final ternyata kami tetap dapat nomor kursi yang sama seperti di semi final. Tempat strategis buat nonton dan diliatin atlet yang lagi tanding (modus Tya untuk Yong Dae. Dia benar-benar yakin kalo Yong Dae sempat menatapnya tadi). Mungkin karena beli tiket terusan 3 hari makanya panitia sudah menyiapkan tiket dengan nomor kursi yang cantik untuk kami sejak awal sehingga kami yang sempat datang telat ke Istora gara-gara jalanan ditutup dimana-mana (hari ahad car free day di HI dan kejurnas balap sepeda di Senayan) dan harus mutar jauh sampai-sampai ketiduran di dalam taksi tapi tetap dapat nomor kursi tepat di depan lapangan padahal sebelumnya sudah kehilangan harapan bisa nonton dari dekat. Apalagi Tya yang memang sudah berniat mau mendekati Lee Yong Dae pas dia masuk lapangan.

Istora benar-benar penuh sampai-sampai saya jadi sedikit fobia melihat begitu banyak orang ada di dalam satu ruangan dan ingin waktu sholat segera tiba biar bisa keluar sebentar dari dalam arena. Pertandingan pertama partai ganda putri dan tidak begitu seru karena dua-duanya berasal dari China (lagi). Nah, giliran partai kedua ganda putra. Korea vs Denmark. Tya langsung turun dari kursi dan ikut berkerumun di pinggir lapangan Cuma buat bisa salaman dengan Yong Dae http://www.emocutez.com. Katanya dia tidak mau cuci tangan #eaa. Jadi kaya abege saja. Tapi tidak terbukti tuh. Selesai pertandingan, di hotel dia langsung cuci tangan lebih dulu. Haha.

Penonton terbagi dalam dua kubu. Kubu laki-laki mendukung penuh Denmark (karena mungkin mereka merasa terancam dengan kehadiran Yong Dae) dan kubu cewek-cewek mendukung Korsel. Jadi berasa nonton konser gegara semua cewek-cewek teriak nama Lee Yong Dae dan tidak ada seorang pun yang memanggil nama Jung Jae Sung maupun duo Denmark lawan Lee Yong Dae itu. Kesian. Mana Lee Yong Dae sempat ganti baju di pinggir lapangan lagi. Lengkaplah sudah histeria cewek-cewek melihat Lee Yong Dae yang shirtless. Mungkin gara-gara itu pemain Denmark, Mathias Boe tidak mau kalah. Dia ganti celana di pinggir lapangan. Aish…ini pertandingan bulu tangkis apa kompetisi bintang iklan susu L-M*n? -_____-“ http://www.emocutez.com

Yong Dae itu benar-benar sadar dia punya pesona di lapangan. Makanya dia yang paling gaya dan paling ekspresif. Sok-sok menatap penonton, melambai, menjabat tangan penonton… dan saya cuma bisa membayangkan kalau yang berdiri di sana itu bukan Lee Yong Dae, melainkan Fu Haifeng. Jadi tambah cedih cekali deh. Hwuaaa….http://www.emocutez.com

Masa harus tunggu tahun depan lagi buat ketemu Fu Haifeng? Hiks…http://www.emocutez.com

Partai selanjutnya tunggal putri. Tunggal putri India, Saina Nehwal yang main lawan tunggal putri China, Li Xerui. Satu keluarga India yang duduk di belakang saya mulai beraksi. Dua orang putrinya berteriak-teriak mendukung Saina dengan suara mereka yang lucu itu sambil mengangkat tinggi-tinggi foto dirinya yang berpose bersama Saina. Bapaknya lebih ekstrim lagi. Dia berdiri di atas kursi berteriak-teriak sambil mengangkat bendera India yang ditanda tangani Saina. “C’mon Saina! You can do it! Indonesia supporting you!”. Suaranya menggelegar menakutkan tapi lucu dan seru juga. Semua penonton juga mendukung Saina (tipe penonton dukung siapa saja yang menang asal bukan China. Dalam kasus saya, dukung siapa saja yang menang asal bukan China selain Fu Haifeng) dan membuat bapak-bapak itu tambah bersemangat. Untunglah Saina menang sehingga perjuangan bapak-bapak itu teriak-teriak sejak awal pertandingan tidak sia-sia.

Dua partai terakhir yang main Indonesia. Stadion yang sudah penuh semakin penuh ditambah undangan dari artis-artis yang ikut nonton langsung dan mereka juga ikut-ikutan jadi pusat perhatian (makin bias saja Indonesia Open kali ini -,-“). Simon Santoso berhasil jadi juara tunggal putra. Begitu menang dia langsung lari dan bergelantungan di pelukan pelatihnya kaya anak kecil yang digendong sama bapaknya. Masalahnya kan Simon itu tidak kecil. Kasian pelatihnya #SalahFokus.http://www.emocutez.com

Giliran ganda campuran Lilyana/Tontowi yang diharapkan menang, malah kalah. Penonton sudah banyak yang pulang ketika di set ketiga pasangan Indonesia itu semakin tertinggal jauh. Yang tersisa hanyalah teriakan ‘bisa Tet bisa’ dan teriakan ‘bisa Wi bisa’ dari Tya. Haha. Saya benar-benar tak akan melupakan teriakan itu. satu-satunya hal yang menghibur kami saat pemain Indonesia kalah di depan mata kami.http://www.emocutez.com

Setelah pertandingan berakhir, tiba-tiba jadi rindu balik ke Istora lagi. Seperti ada yang hilang (halah). Tahun depan kesana lagi deh InsyaaLlah…http://www.emocutez.com
10.20 AM
20 Juni 2012
Kantor, agak demam, tenggorokan sakit, suara belum kembali normal.

You Might Also Like

0 komentar