Dear McBright's Comet


Kenapa aku ingin menikah denganmu?

Tentu saja karena aku ingin kau menggenggam tanganku kemanapun kita pergi. Aku takut berjalan sendiri.

Aku juga ingin melihat wajahmu yang sedang terlelap kelelahan karena beratnya pekerjaanmu.

Aku ingin kau jadi orang pertama yang mencicipi masakanku, jadi kritikus pertama untuk makanan yang aku buat.


Juga kau harus menjadi pembaca pertama dari semua hasil tulisanku dan orang pertama yang akan aku paksa untuk membaca novelku (kalau nanti aku berhasil menulis sebuah novel. Hihi…)

Aku ingin meminjam bahumu ketika aku ingin menangis, dan hanya kau orang yang bisa kuperlihatkan kesedihanku.

Aku ingin kau menjadi orang pertama yang berbagi kebahagiaan denganku.

Menjadi orang pertama yang menegurku jika aku salah.

Aku ingin kau menggendong anak-anakku, mendidik mereka, dan bermain dengan mereka.

Aku ingin menjadi tempatmu bercerita, menjadi tempat yang membuatmu merasa nyaman. Menjadi rumah tempatmu selalu kembali pulang dan tempatmu berteduh. Menjadi segalanya untukmu.

Aku ingin mendirikan sholat di belakangmu, mendengar suara indahmu ketika membaca Alquran (meski mungkin agak fals), bersama-sama mengajarkan huruf-huruf hijaiyah kepada anak kita.

Aku ingin berbagi segalanya denganmu. Berbagi kekesalan, berbagi tawa, berbagi pujian, berbagi amarah, berbagi keluh, berbagi kesah, berbagi maaf, berbagi rahasia, berbagi semua.

Aku ingin belajar tentang sabar di sisimu, belajar tentang ikhlas bersamamu, belajar tentang penerimaan takdir Allah denganmu, belajar tentang ketegaran di dekatmu.

Aku ingin tumbuh bersamamu, menjadi lebih baik, menjadi lebih istiqomah, menjadi lebih dewasa, menjadi tua, hanya denganmu.

Aku ingin menemanimu dalam masa-masa sulitmu, menggenggam tanganmu dengan erat dan menahannya ketika kau terjatuh, menyembuhkan lukamu ketika kau tak mampu lagi menanggungnya.

Lebih dari itu, aku ingin menikah denganmu karena aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai dan mencintaiku karena Allah.

UPS Pelita
9.51 AM

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Saya dan Tahun 60-an

I (Don't) Love My Boss (Part I)

Pierre Tendean (Lagi-lagi)