Welcome to our website !

Matryoshka

“I write to give myself strength. I write to be the characters that I am not. I write to explore all the things I'm afraid of.” ― Joss Whedon

Doa - Nothing Is Impossible

By Friday, May 10, 2013 ,

"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka katakanlah bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu"
-Al Baqarah : 186-


Pertama kalinya saya membaca buku yang membuat saya sampai meneteskan air mata itu ketika membaca buku Catatan Hati Di Setiap Sujudku-nya Asma Nadia, dkk. Err...sebenarnya sih pernah sebelum itu nangis gara-gara baca buku (komik) pas kelas 1 SMP. Judulnya Polaris. Tapi tidak mau saya hitung :D

Di buku Catatan Hati Di Setiap Sujudku itu saya benar-benar mengerti tentang kekuatan doa. Awalnya saya orang yang (bisa dibilang) apatis dengan kekuatan doa. Maksud saya, oke, kita berdoa. Tapi jika tidak disertai usaha, maka doa itu akan sia-sia. Sederhananya, orang yang ingin makan tapi tidak melakukan sesuatu dan hanya berdoa kepada Allah untuk meminta makanan tidak akan pernah bisa makan bukan? Di jaman seperti sekarang ini tidak akan ada lagi orang seperti Maryam ibunda Nabi Isa yang kebutuhannya dipenuhi oleh Allah. Jadi (bisa dibilang juga) saya tidak percaya dengan yang namanya keajaiban.

(Dulu) doa bagi saya seharfiah definisinya. Dia hanyalah sederet kata-kata permohonan yang tidak akan pernah terwujud tanpa ada ikhtiar nyata.

Tapi kemudian saya tau saya salah. Doa, ikhtiar dan tawakal adalah proses yang wajib kita jalani untuk mencapai sesuatu. Tapi saya mengenyampingkan yang namanya keajaiban dan...itu sama saja saya mengenyampingkan Kemahakuasaan Allah. Allah bekerja dengan cara-Nya sendiri. Saya sebagai manusia hanya bisa membenturkan diri saya ke dinding-dinding logika dan pagar-pagar batas akal yang saya punya. Saya lupa Allah tidak dibatasi oleh logika. Dia Maha Segalanya. Manusia memang bodoh dan zhalim pada dirinya sendiri :(

Dengan doa (kini) saya merasa punya kekuatan yang tak terbatas. Saya merasa selalu ada harapan meskipun hal yang saya harapkan itu tidak mungkin. Kenapa tidak? Bukankah tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah? Saya meminta kepada pemilik alam semesta ini, kepada pemilik diri-diri ini, jadi kenapa tidak? Saya tidak peduli bagaimana Allah akan menjawab semua doa-doa yang saya kirimkan pada-Nya. Yang penting bagi saya, saya selalu meminta kepada Allah. Itu saja sudah cukup. Mintalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah senang untuk diminta (H.R Abu Nu'aim)

"ALLAH SWT itu santun dan pemurah, dia merasa malu pada hamba-Nya, jika hamba-Nya mengangkat kedua tangannya, memohon pada-nya, kemudian membiarkan kedua tangan hamba itu kosong (tidak dikabulkan)." 
-H.R Abu Daud-


Saya menyadari betapa cintanya Allah kepada kita. Bahkan untuk berdoa, hanya dengan mengangkat tangan dan berkeluh kesah padaNya, meminta ini itu, berharap ini itu, Allah merasa malu untuk tidak mengabulkannya. Kadang kita telah berburuk sangka duluan ketika Allah tak kunjung mengabulkan doa. Merasa Allah tidak adil, merasa marah dan kecewa. Astaghfirullah...

Siapalah kita ini harus marah kepada Allah? Bukankah Allah lebih tau sedang kita tidak? Allah tau apa yang kita minta tidak baik untuk kita, karena itu Dia akan menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik. Allah tau keinginan kita hanya akan membuat kita jauh dariNya karena itu Dia biarkan kita terus meminta agar kita selalu dekat dengannya.

Tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh hamba termasuk orang-orang yang zhalim (Q.S Al-Anbiyaa : 87)

17.08
Kamar, hujan
Allahuma shoyyiban nafi'an
Dengan segala cinta kepada dzat Yang Maha Cinta

You Might Also Like

0 komentar