Pembahasan Pendek yang Terlupa

Surprised aja nemu tulisan ini di salah satu folder 'hasil karya sendiri' milik saya di dalam laptop. Kapan ya saya jadi sebijak ini? Sampai lupa karena apa saya menulis hal ini.

***

Tak ada hal yang pasti di dunia ini kecuali kematian. Apapun yang kita lakukan hari ini, dengan tujuan yang kita tetapkan untuk hari esok, kita bisa saja seratus persen salah dalam memprediksinya. Kita hanya planner, bukan decision maker. Karena itu, setiap merencanakan sesuatu, bersiaplah untuk gagal.

Namun satu hal yang pasti selain kematian, kita hidup dari sebuah rumus sebab-akibat. Tak akan ada akibat jika tak ada sebab. Tak akan ada hal besar, jika tak ada hal-hal kecil. Partikel-pertikel kecil itulah yang membentuk kehidupan kita, secara sadar atau tidak.


Orang yang percaya bahwa ada kekuatan besar yang mengatur kehidupan kita pasti akan berpikir panjang sebelum melakukan segala sesuatu. Karena dia tahu, apapun yang akan dia lakukan pasti ada akibatnya, pasti ada balasannya. Baik atau buruk, suka atau tidak suka.

Belajar. Belajarlah menerima hasil yang akan kau dapatkan. Kau mungkin akan melupakan hal-hal kecil yang membentuk kehidupan besarmu. Tapi kau harus tahu, hal-hal kecil itu memang harus ada, agar kau bisa memperoleh hal-hal besar yang jauh lebih baik, jauh dari yang kau bayangkan, jauh dari yang kau inginkan.

Belajarlah. Belajarlah membangun kembali hal yang dahulu telah terlanjur hancur. Yang kau hancurkan sengaja atau tanpa sengaja. Belajarlah untuk melupakan bagaimana cara kau menghancurkannya dulu. Karena setiap orang tak dapat menghancurkan hidup orang lain. Tapi kitalah yang menghancurkan hidup kita sendiri.

Ada suatu masa di mana hal-hal kecil yang telah lalu itu benar-benar enggan meninggalkan kita, menghukumi kita, dan sering membuat kita ingin menangis. Tak masalah, biarkan dia mengikuti kita sampai dia bosan, sampai bosan pun menjadi bosan mengikutinya. Biarkan saja, kau mungkin memang tak akan menemukan hal yang sama, tak akan pernah. Tapi kau pun tak akan menemukan hal menyakitkan lain yang sama. Sekali lagi, sebab akibat.

Comments

Popular posts from this blog

Saya dan Tahun 60-an

I (Don't) Love My Boss (Part I)

Pierre Tendean (Lagi-lagi)