Untuk Kamu (Yang Entah Siapa)


Saya berdoa
Ya, tentu saja saya berdoa
Agar doa itu menjadi benang merah yg menautkan saya dan kamu...
Kita

Pada pertemuan ke berapa saya dan kamu akan sama-sama menyadari,
Kalau salah satu dari kita adalah penyebab mengapa salah satu yang lainnya ada
Pertemuan pertama?
Kedua?
Ketiga?
Atau saya dan kamu malah tak akan pernah menyadarinya hingga semesta menjadi sebal dan merasa perlu membantu saya dan kamu untuk saling menemukan
Ah...maksud saya kita


Tapi jika kamu dan saya saling menemukan dengan mudah, tidak akan menarik bukan?
Apa yang kamu dan saya bisa kenang nanti?
Jadi bersyukurlah kamu dan saya masih harus bersusah payah, masih harus berjalan kesana kemari, masih harus menangis dan tertawa sendirian.
Iya, iya....kita.

Dan setelah saya dan kamu bertemu nanti
Setelah saya dan kamu membaca pertanda
Setelah saya dan kamu tau bahwa saya dan kamu telah sampai di tujuan akhir
Setelah saya dan kamu yakin inilah saatnya untuk berhenti berjalan dan memulai tujuan yang baru
Saat itulah...kita...
Ya, kita
Kita akan saling mencintai dan terus menerus saling mencintai


-Catatan yang telah lama nyelip di memopad-

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Saya dan Tahun 60-an

I (Don't) Love My Boss (Part I)

Pierre Tendean (Lagi-lagi)